Ahad 01 Feb 2026 06:54 WIB
Menurut Gus Yahya, NU dukung keputusan pemerintah RI gabung ke Board of Peace.

Foto: Edwin Putranto/Republika
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat menghadiri Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, pandangannya terkait keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) bukanlah sikap personal, melainkan berangkat dari nilai dan prinsip dasar Nahdlatul Ulama (NU), terutama komitmen untuk terus membantu perjuangan bangsa Palestina.
Hal itu disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yahya tersebut saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai pernyataan internal Syuriah PBNU. Disebutkan sebelumnya, belum ada pembahasan resmi dari PBNU terkait dukungan terhadap langkah pemerintah RI bergabung dalam Board of Peace.
“Memang tidak selalu bahwa ketika ada isu-isu atau masalah-masalah yang karen lalu tiba-tiba langsung rapat itu juga tidak selalu. Tapi biasanya saya menyampaikan pandangan-pandangan yang sesuai dengan landasan nilai-nilai dan prinsip-prinsip NU," ujar Gus Yahya usai acara Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Gus Yahya menjelaskan, pandangan yang ia sampaikan mengenai Board of Peace berkaitan erat dengan nilai kemanusiaan dan keberpihakan NU terhadap Palestina. Menurut dia, meskipun ada pihak yang mungkin tidak sepakat dengan sejumlah elemen atau dimensi dalam inisiatif tersebut, substansi utamanya adalah upaya membantu rakyat Palestina.
"Pandangan yang saya sampaikan mengenai Board of Peace itu, Board of Peace maksud saya itu, terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina," ucap Gus Yahya.
Berita Lainnya
-
Ahad , 01 Feb 2026, 08:00 WIB
Sejarah Lambang Nahdlatul Ulama
-
-
Ahad , 01 Feb 2026, 07:54 WIB
Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama (Bagian II-Habis)
-
Ahad , 01 Feb 2026, 07:52 WIB
Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama (Bagian I)
-
Ahad , 01 Feb 2026, 07:24 WIB
Pakai Kefiyeh Ucapkan Salam, Guardiola: Dunia Telah Meninggalkan Palestina Sendirian
-
Ahad , 01 Feb 2026, 07:06 WIB
Sampaikan Selamat Harlah ke-100 NU, Dubes Turki: Teruslah Menginspirasi Indonesia
-

4 weeks ago
19


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












