REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perencana keuangan Aliyah Natasya mengemukakan pentingnya mengevaluasi kondisi keuangan keluarga secara menyeluruh sebelum memutuskan dan merencanakan liburan bersama keluarga pada masa libur sekolah. Pendiri DNA Finance Indonesia itu mengatakan bahwa perencanaan liburan bersama keluarga sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi finansial keluarga.
"Liburan bukan hal yang tabu untuk dibicarakan dalam perencanaan keuangan keluarga, yang menjadi masalah bukan liburannya, tapi caranya," kata Aliyah, saat dihubungi Jumat (5/6/2026).
Dia menyarankan keluarga untuk menilai kesehatan kondisi finansial sebelum memutuskan dan menyusun rencana liburan. Penilaian kondisi finansial keluarga bisa dilakukan dengan mengecek indikator seperti ketersediaan dana darurat dan pemenuhan kewajiban pembayaran biaya rutin.
Menurut Aliyah, keluarga sebaiknya memastikan dana darurat yang dapat digunakan untuk memenuhi minimal tiga hingga enam bulan pengeluaran rumah tangga tetap tersedia. Serta tidak digunakan untuk kebutuhan lain, termasuk biaya liburan.
"Dana darurat 100 persen utuh. Sebelum memesan tiket pesawat, pastikan dana darurat minimal setara tiga sampai enam bulan pengeluaran rumah tangga tidak tersentuh," katanya.
Selain itu, ia melanjutkan, keluarga perlu memastikan biaya pendidikan anak, termasuk biaya daftar ulang serta pembelian seragam buku-buku, sudah dibayar seluruhnya sebelum mengalokasikan dana untuk rekreasi bersama. "Bukan hampir lunas, bukan sudah sebagian, biaya daftar ulang, seragam baru, dan buku semester berikutnya harus sudah terbayar penuh sebelum anggaran liburan disentuh," katanya.
Aliyah menyarankan keluarga menyiapkan dana liburan yang terpisah dari anggaran kebutuhan rumah tangga rutin. Menurut dia, keluarga yang sehat secara finansial umumnya telah menyiapkan alokasi dana untuk rekreasi sejak jauh hari. Dana untuk rekreasi bersama keluarga biasanya dikumpulkan secara bertahap dan ditempatkan di pos khusus.
Aliyah tidak menyarankan keluarga menggunakan layanan peminjaman uang daring atau kartu kredit untuk membiayai kegiatan liburan bersama keluarga. "Jika sumber dana liburan berasal dari pinjaman online, cicilan paylater, atau kartu kredit yang tidak bisa dilunasi dalam satu billing cycle, itu bukan liburan. Itu adalah utang yang dirayakan," ujar Aliyah.
Dia juga meminta keluarga memperhatikan rasio utang dengan pendapatan. Kalau nilai cicilan utang bulanan telah melebihi 35 persen dari penghasilan, maka ruang keuangan untuk pengeluaran tambahan menjadi semakin terbatas.
"Jika total cicilan bulanan Anda melebihi sepertiga penghasilan, maka liburan besar harus masuk daftar tunggu, bukan daftar rencana," kata Aliyah.
Agar kegiatan rekreasi keluarga tidak menimbulkan beban finansial di kemudian hari, Aliyah mengatakan keputusan untuk berlibur bersama keluarga sebaiknya diambil setelah semua biaya kebutuhan pokok, biaya pendidikan, dan perlindungan keuangan keluarga terpenuhi.
sumber : Antara

12 hours ago
8












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)

