Harganya Anjlok, Amran Perintahkan MBG Serap Telur dari Peternak Lokal

4 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap lebih banyak telur dari peternak untuk menahan anjloknya harga di tingkat peternak. Pemerintah menilai peningkatan konsumsi telur melalui MBG dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat kesejahteraan peternak unggas di daerah.

Amran mengatakan pemerintah telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana agar konsumsi telur dalam program MBG ditingkatkan. Langkah tersebut dilakukan setelah muncul laporan telur peternak belum terserap optimal di sejumlah daerah, terutama di Jawa Timur.

“Makanya aku minta Pak Dadan, tolong konsumsi itulah fungsinya MBG. Pak Dadan saya telepon, Prof Dadan tolong konsumsi telur dinaikkan dari satu hari per minggu katakanlah jadi dua hari,” kata Mentan di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Amran mengungkapkan BGN bahkan telah meminta konsumsi telur dalam MBG dinaikkan menjadi tiga hari dalam sepekan. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengangkat permintaan telur di tengah tekanan harga yang dialami peternak rakyat.

Menurut dia, program MBG harus menjadi offtaker bagi hasil produksi petani dan peternak di berbagai daerah. Pemerintah ingin rantai distribusi pangan lebih pendek sehingga hasil produksi masyarakat dapat langsung terserap pasar.

“Tiga hari, sudah minta tiga hari,” ujar Amran.

Ia meminta jajarannya segera berkoordinasi dengan pelaksana MBG di daerah agar penyerapan telur peternak lebih optimal. Amran secara khusus menyinggung wilayah Nganjuk dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur yang disebut masih menghadapi persoalan penyerapan hasil produksi telur.

Ia menilai kritik dari peternak terkait belum maksimalnya penyerapan telur perlu dijadikan bahan evaluasi pemerintah. Dia mengaku terbuka terhadap masukan yang bersifat konstruktif demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Tolong Pak deputi sampaikan di Nganjuk, pokoknya bukan Nganjuk aja, Jawa Timur,” tutur Amran.

Ia menjelaskan pemerintah tengah membangun ekosistem pangan yang terintegrasi melalui koperasi desa dan MBG. Koperasi disebut akan memotong rantai pasok dari delapan jalur distribusi menjadi tiga jalur sehingga harga di tingkat petani dan peternak lebih menguntungkan.

Menurut Amran, MBG nantinya berperan sebagai pasar penampung hasil produksi petani dan peternak nasional. Skema tersebut disiapkan untuk menopang produksi pangan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

“Koperasi men-supply ke MBG. MBG ini jangan dilihat berdiri sendiri, ini adalah offtaker 160 juta petani,” kata tokoh yang juga Kepala Badan Pangan Nasional ini.

Pemerintah menilai penguatan penyerapan hasil peternak melalui MBG menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Langkah itu juga diharapkan mampu melindungi peternak rakyat dari gejolak harga dan rantai distribusi yang terlalu panjang.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Food |