Ikhlas Beramal Keluarga Besar Kemenag Teruntuk Penyintas Bencana

5 days ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hati siapa yang tak terenyuh mendengar kisah duka dari Serambi Makkah hingga Ranah Minang? Di balik angka kerugian dan infrastruktur yang luluh lantak, ada air mata ribuan jiwa yang kehilangan tempat sujud, madrasah tempat mereka mengeja ilmu, dan rumah yang kini berselimut lumpur.

Namun, di tengah puing-puing kepedihan itu, secercah harapan hadir melalui uluran tangan Keluarga Besar Kementerian Agama yang menyalurkan bantuan Rp155 miliar, sebuah bukti nyata bahwa semangat "Ikhlas Beramal" bukan sekadar slogan, melainkan napas yang mampu merangkul mereka yang terluka dan mencerahkan kembali asa untuk bangkit.

Apa Itu Hari Amal Bakti Kemenag?

Hari Amal Bakti (HAB) merupakan hari lahir Kementerian Agama RI yang diperingati setiap tanggal 3 Januari. Hari ini dirayakan sebagai momentum untuk mengenang berdirinya Kemenag pada tahun 1946 sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajarannya untuk terus berkomitmen dalam melayani umat, menjaga kerukunan beragama, dan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Perayaan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk syukur atas perjalanan delapan dekade kementerian dalam mengawal moral dan spiritual bangsa.

Di tengah suasana khidmat peringatan HAB Ke-80, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa misi Kemenag adalah menjadi cahaya. "Kita berharap Kementerian Agama akan semakin cerah dan mampu mencerahkan kehidupan masyarakat bangsa," ujarnya di Jakarta, Senin. Janji itu tidak sekadar kata-kata; ia mewujud dalam aksi nyata membantu saudara-saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang sedang diuji bencana banjir serta longsor.

Bantuan sebesar Rp155 miliar ini merupakan buah dari sinergi indah. Tak hanya dari kas negara (APBN), dana tersebut mengalir dari ketulusan para ASN Kemenag, dukungan Baznas, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Forum Zakat (FOZ), hingga koin-koin sedekah dari jamaah masjid-masjid di seluruh Indonesia, termasuk Masjid Istiqlal. Hingga saat ini, sebanyak Rp66,470 miliar telah disalurkan sebagai tahap awal untuk membasuh luka para penyintas.

Perjuangan di lapangan tidaklah mudah. Petugas harus berjibaku dengan tanah yang masih labil dan akses yang sempat terputus. Namun, perlahan tapi pasti, jembatan-jembatan mulai tersambung kembali.

Semangat ini membawa kabar baik bagi 1.137 masjid, 500 madrasah, dan ratusan pesantren yang kini mulai direnovasi. Tak hanya bangunan fisik, Kemenag juga merangkul manusia di dalamnya; 112.964 siswa madrasah dan ribuan guru serta tenaga kependidikan mendapatkan bantuan agar kegiatan belajar mengajar tak lagi lumpuh.

Kepedulian ini bahkan mengalir hingga ke tetes darah. Melalui Dharma Wanita Persatuan, hampir 300 kantong darah dikumpulkan untuk memastikan stok di rumah sakit tetap aman, terutama menjelang bulan suci Ramadhan yang sering kali kritis.

Bagi Kemenag, usia 80 tahun adalah fase untuk semakin dewasa dalam memberi. Meskipun indeks kerukunan umat beragama saat ini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Republik, Menag mengingatkan agar seluruh jajarannya tidak larut dalam kebanggaan.

Setiap rupiah bantuan yang disalurkan, setiap mushaf Alquran yang dikirim, dan setiap tenda darurat yang berdiri adalah amanah untuk menjaga Indonesia tetap damai dan maju. Di pundak mereka, semangat "Ikhlas Beramal" terus dijaga demi senyum para penyintas yang kini perlahan mulai kembali.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |