Logo Indofood CBP Sukses Makmur.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) dan entitas anaknya, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), membukukan pertumbuhan penjualan pada semester pertama 2026. Namun, pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan laba bersih kedua perusahaan terkoreksi akibat meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.
Indofood mencatatkan penjualan neto konsolidasi sebesar Rp 65,53 triliun hingga 30 Juni 2026 atau meningkat 9 persen dibandingkan Rp 59,84 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Seiring pertumbuhan penjualan, laba usaha Indofood naik 14 persen menjadi Rp 13,29 triliun dari Rp 11,69 triliun, dengan marjin laba usaha tetap terjaga di kisaran 20,3 persen.
Meski demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 19 persen menjadi Rp 4,72 triliun dari Rp 5,84 triliun pada semester pertama tahun lalu. Penurunan tersebut terutama disebabkan meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan seiring pelemahan nilai tukar rupiah.
Di sisi lain, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan meningkat 7 persen menjadi Rp 6,18 triliun dibandingkan Rp 5,78 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood Anthoni Salim mengatakan, di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung, Perseroan mampu membukukan kinerja yang solid pada semester pertama 2026.
"Di tengah ketidakpastian global yang terus berlangsung, Indofood membukukan kinerja yang solid pada semester pertama di tahun 2026 ini. Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," ujar Anthoni dalam keterangan pers yang diterima Jumat (31/7/2026).
Sementara itu, ICBP juga membukukan pertumbuhan kinerja pada semester pertama tahun ini. Penjualan neto konsolidasi meningkat 11 persen menjadi Rp 41,86 triliun dibandingkan Rp 37,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

8 hours ago
7






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)






