Informasi Intelijen Ungkap Koalisi Internal Iran Semakin Menguat dan Luput dari Analisis Barat

3 hours ago 4

Warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON— Sebuah artikel yang diterbitkan harian Inggris The Telegraph mengungkap adanya perubahan mendalam dan signifikan dalam struktur kekuasaan Iran, khususnya di tubuh Garda Revolusi Iran (IRGC).

Menurut penulis artikel tersebut, Barat masih belum menyadari proses restrukturisasi besar yang tengah berlangsung di pusat pemerintahan Iran, yang dipimpin oleh aliansi tidak resmi antara sejumlah tokoh keamanan dan militer berpengaruh. Aliansi ini dinilai berpotensi mengubah peta keseimbangan kekuatan di Teheran.

Artikel yang ditulis oleh Kasra Aarabi dan Saeid Golkar itu berangkat dari pandangan bahwa banyak analisis Barat mengenai situasi politik Iran masih bersifat dangkal dan kurang memahami pusat-pusat kekuasaan yang sesungguhnya di negara tersebut.

Terutama setelah perubahan kepemimpinan terbaru dan absennya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut tewas dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, serta menghilangnya putranya sekaligus penerusnya, Mojtaba Khamenei.

Pada awalnya, banyak pihak menganggap Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, sebagai orang kuat baru di Iran. Namun, artikel tersebut menilai gambaran itu menyesatkan.

Menurut penulisnya, Ghalibaf justru semakin tersisih dari lingkaran kekuasaan dan kehilangan kepercayaan, bahkan di kalangan jaringan Garda Revolusi sendiri.

Sebaliknya, nama Ahmad Vahidi kini disebut-sebut sebagai pemimpin de facto baru Garda Revolusi. Klaim ini, menurut artikel tersebut, didukung oleh sejumlah sumber intelijen Barat.

Meski menempati posisi sentral, Vahidi menghadapi tantangan besar karena tidak memiliki basis pengaruh yang kuat di kalangan generasi muda Garda Revolusi maupun pasukan Basij.

Read Entire Article
Food |