Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12/2025). Sejumlah penyelam profesional diterjunkan untuk melakukan penyelaman di beberapa titik di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan tiga korban dan bangkai KM Putri Sakinah yang belum ditemukan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan otoritas pelabuhan di Labuan Bajo menerbitkan sekitar 186 izin berlayar pada Jumat (26/12/2025). Pada hari yang sama, terjadi insiden kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo. Penerbitan izin berlayar dilakukan saat kondisi cuaca dinilai normal dan memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.
Menhub menjelaskan, izin tersebut diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo setelah mempertimbangkan prakiraan cuaca serta kelayakan teknis kapal. Aktivitas pelayaran di kawasan wisata tersebut meningkat seiring libur Natal dan Tahun Baru sehingga pergerakan kapal berlangsung cukup padat.
“Kondisi di Labuan Bajo, saat diberikan surat berlayar, cuaca memang cukup kondusif untuk berlayar. Namun, pada titik tertentu terdapat gelombang yang cukup tinggi,” kata Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Insiden terjadi sekitar pukul 21.00 WITA ketika KM Putri Sakinah berlayar di Selat Padar. Perubahan cuaca di tengah pelayaran memicu gelombang tinggi yang berujung pada tenggelamnya kapal wisata tersebut.
Dudy menjelaskan, dari ratusan kapal yang memperoleh izin berlayar pada hari itu, hanya satu kapal yang mengalami insiden akibat perubahan kondisi perairan yang berlangsung cepat. Otoritas pelayaran menjadikan data dan peringatan cuaca sebagai dasar pengambilan keputusan operasional.
“Memang ada satu kapal yang berlayar, namun tiba-tiba kondisi cuaca berubah. Informasi BMKG menjadi rujukan Kementerian Perhubungan untuk menentukan apakah kapal boleh berlayar atau tidak,” ujarnya.
Menhub juga mencermati lonjakan permintaan transportasi laut di Labuan Bajo selama masa libur Natal dan Tahun Baru. Peningkatan aktivitas tersebut diikuti dengan pengawasan ketat terhadap penerbitan izin berlayar, dengan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama.

1 week ago
5









































