Investasi Auto-Debit Tetap Perlu Dicek, Ini Tiga Hal yang Harus Diperhatikan

4 hours ago 7

Pelaku UMKM mengkses aplikasi saat mengikuti pelatihan di Yogyakarta, Kamis (7/3/2024). Dalam acara pelatihan UMKM bertajuk Selalu Untung Lewat Digital itu, para pedagang online diajarkan oleh fasilitator Tiktok dan Tokopedia untuk membuat konten, berjualan yang efektif hingga pemanfaatan fitur aplikasi Bank Jago dalam pengelolaan keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Investasi yang dilakukan secara otomatis melalui fitur auto-debit bukan berarti dapat ditinggalkan begitu saja. Portofolio tetap perlu diperiksa secara berkala agar sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko investor.

Head of Wealth Management Bank Jago Nyoman Sukmawati mengatakan konsistensi berinvestasi perlu diikuti dengan evaluasi terhadap dana yang telah ditempatkan.

“Investasi bukan sekadar konsistensi menyisihkan uang, tetapi juga memastikan dana yang ditempatkan tetap relevan dengan tujuan finansial,” ujar Nyoman, dikutip Rabu (2/9/2026).

Menurut dia, perubahan tujuan keuangan, kondisi pasar, dan profil risiko dapat membuat strategi investasi perlu disesuaikan. Investor juga tidak harus mengecek portofolio setiap hari.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat melakukan review investasi.

Pertama, komposisi aset. Perubahan nilai investasi dapat membuat komposisi portofolio bergeser. Jika tidak lagi sesuai dengan strategi awal, investor dapat melakukan rebalancing.

Profil risiko juga bisa berubah seiring dengan kondisi kehidupan. Investor yang sebelumnya single, misalnya, dapat memiliki strategi lebih agresif. Setelah menikah atau memiliki tanggungan, kebutuhan dan toleransi risikonya dapat berubah.

Kedua, kinerja investasi. Investor sebaiknya tidak hanya melihat apakah portofolio sedang untung atau rugi. Kinerja perlu dibandingkan dengan periode investasi, kondisi pasar, dan benchmark.

Sebagai contoh, reksa dana saham yang turun 8 persen dalam sebulan belum tentu berkinerja buruk jika benchmark-nya turun 10 persen pada periode yang sama.

Ketiga, tujuan penggunaan dana. Semakin dekat dana akan digunakan, semakin penting menyesuaikan tingkat risiko investasi.

Read Entire Article
Food |