Warga membawa jeriken berisi air yang diambil dari sumber mata air Sendang Pilang di Ngaren, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (1/9/2026). Sejak Juni 2026, sumur warga mulai surut akibat musim kemarau sehingga Sendang Pilang yang berada di kawasan hutan menjadi salah satu sumber air yang diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. (FOTO : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Warga mengisi air ke dalam jeriken di Sendang Pilang, Ngaren, Juwangi, Boyolali. Perjalanan mencari air menjadi bagian dari keseharian warga ketika sumber air di sekitar permukiman mulai berkurang akibat kemarau. Mata air di kawasan hutan tersebut masih dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih. (FOTO : ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Kemarau membuat warga di Ngaren, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sejak Juni 2026, sumur-sumur warga berangsur surut sehingga mereka harus menempuh perjalanan menuju Sendang Pilang yang berada di kawasan hutan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Dengan membawa jeriken, warga bergantian menimba air dari mata air sendang. Air tersebut kemudian dibawa pulang untuk digunakan memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah musim kemarau yang belum berakhir.
sumber : Antara Foto

7 hours ago
11

































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547403/original/034869900_1775458279-pexels-crysnet-14537683.jpg)










