Iran Siap Damai dengan AS Asalkan Kepentingan Nasional Mereka tidak Dilanggar

11 hours ago 7

Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap membuka peluang diplomasi untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah akibat perang dengan AS-Israel. Dalam percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, ia menegaskan kesiapan Teheran untuk mencapai kesepakatan yang adil dan seimbang dengan Amerika Serikat, dengan satu syarat tegas bahwa kepentingan nasional Iran tidak boleh dilanggar.

Pernyataan itu datang di tengah situasi kawasan yang kembali bergejolak. Pezeshkian menekankan bahwa hak-hak rakyat Iran dan kepentingan strategis negara menjadi garis batas yang tidak dapat dinegosiasikan. Ia juga menyinggung “standar ganda” Washington sebagai penghambat utama dalam perundingan yang selama ini berlangsung alot.

“Iran sepenuhnya siap untuk mencapai kesepakatan yang adil dengan AS demi perdamaian dan keamanan jangka panjang di kawasan Timur Tengah,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi kepresidenan Iran di media sosial.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat sejak akhir Februari. Konflik lama yang belum pernah benar-benar padam itu mendadak memanas, membawa kawasan ke ambang krisis terbuka. Dalam waktu singkat, dunia menyaksikan eskalasi yang nyaris tak terkendali.

Pemicunya adalah serangan yang dilancarkan Israel bersama Amerika Serikat pada 28 Februari. Target utamanya adalah pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Serangan tersebut tidak hanya menewaskan tokoh penting, melainkan juga memicu korban jiwa dalam jumlah besar.

Teheran merespons keras. Serangan balasan berupa drone dan rudal diarahkan ke sejumlah target, termasuk wilayah Israel serta negara-negara yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. Bahkan, Iran kemudian membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Langkah itu segera memicu reaksi Washington. Pemerintahan Presiden Donald Trump meningkatkan kehadiran militer, termasuk pengerahan armada laut dan sistem pertahanan udara. Iran pun menaikkan status siaga militernya, menciptakan situasi yang kian mendekati konflik terbuka.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |