REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membungkam negara-negara Teluk yang kian risau dengan serangan balasan Iran ke pangkalan militer dan aset Azs di wilayah mereka. Ia mengungkapkan, salah satu negara Teluk itu jadi lokasi peluncuran rudal Tomahawk yang menewaskan ratusan murid di sekolah putri di Minab.
Hal ini ia sampaikan dalam wawancara dengan India Today yang dilansir Rabu. Jawaban tersebut dia sampaikan menjawab pertanyaan apakah Iran mengetahui dari mana rudal yang menghantam sekolah putri di Minab dan menewaskan sekitar 170 orang, kebanyakan anak-anak.
“Rudal itu diluncurkan darisalah satu negara di kawasan ini. Dua rudal Tomahawk menghantam sekolah dasar ini dalam waktu 14 menit satu sama lain- jelas dimaksudkan untuk memaksimalkan korban jiwa. Ini adalah kejahatan perang,” kata dia.
Namun lebih jauh, ia menahan diri dari menyebut nama negara tersebut. “Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa hal itu disengaja dan direncanakan, dilakukan oleh Amerika Serikat. Saya memilih untuk tidak menyebutkan nama negaranya.”
Ia juga menyatakan, jelas sekali bahwa sebagian besar serangan AS dilancarkan dari pangkalan militer dan asrr mereka di wilayah negara-negara Teluk. “Presiden Trump sendiri mentweet tentang pesawat tanker yang ditempatkan di pangkalan militer di Arab Saudi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan rudal yang menghantam fasilitas desalinasi di Pulau Qeshm berasal dari salah satu negara Teluk Persia. “Saya berharap negara-negara di kawasan ini tidak membiarkan kehadiran militer AS, karena hal ini kini terbukti menjadi sebuah beban dan bukan sumber keamanan atau stabilitas. Berdasarkan hukum internasional, pilihan lain apa yang kami punya selain melawan?”
Menurutnya, Amerika Serikat yang memperluas perang ke seluruh kawasan. Sejak awal, kata dia. AS menggunakan wilayah udara, pangkalan militer, dan aset logistik yang ditempatkan di negara-negara Teluk untuk menyerang Iran. Hal ini kemudian menyeret seluruh kawasan ke dalam perang yang dimulai AS dan Israel itu.
“Kami telah menyerukan kepada negara-negara tetangga kami: tolong jangan izinkan Amerika Serikat dan Israel menyalahgunakan tanah dan wilayah Anda untuk menyerang Iran. Kami tidak mempunyai niat untuk terlibat dalam permusuhan dengan tetangga kami – kami bersikap bersahabat dengan mereka semua dan tetap berkomitmen terhadap hubungan tersebut. Namun wilayah mereka digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyerang kami, dan berdasarkan hukum internasional kami berhak membela diri.”
Pemerintah Iran melansir pada Selasa, serangan AS-Israel yelah membunuh 230 siswa dan guru sejak 28 Februari hingga 24 Maret. Lebih dari 600 fasilitas pendidikan dan kebudayaan juga rusak sejak dimulainya serangan AS-Israel.

4 hours ago
5






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















