REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertanyaan mengenai jalan menuju surga tidak selalu lahir dari majelis megah atau forum ilmiah yang pelik. Dalam dua riwayat sahih, seorang Arab Badui dengan segala kesederhanaannya justru menghadang Nabi Muhammad SAW di tengah perjalanan hanya untuk mengajukan satu pertanyaan paling mendasar dalam kehidupan: amal apakah yang dapat mengantarkannya ke surga?
Abu Ayyub Al-Anshari Radhiyallahu anhu mengisahkan, "Seorang Badui menghalangi Nabi Muhammad SAW di tengah jalan, lalu memegang kendali unta kendaraannya dan bertanya: 'Ya Rasulullah, beritakan padaku amal yang dapat memasukkanku ke surga?'"
Melihat aksi nekat tersebut, para sahabat pun bertanya-tanya dengan heran, “Mengapa orang ini melakukan hal itu?”
Nabi Muhammad SAW dengan tenang menjawab, “Dia memiliki kepentingan yang sangat besar.”
Dia kemudian memberikan jawaban yang lugas, “Hendaknya kamu menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan suatu apa pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi dengan kerabat.”
Setelah memberikan jawaban tersebut, Nabi Muhammad SAW pun berkata lembut kepada orang itu, “Sekarang, lepaskanlah kendali unta itu.” (Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dikisahkan pula sebuah dialog serupa yang menunjukkan ketegasan prinsip sang penanya:
Abu Hurairah menceritakan, "Seorang Badui datang dan bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, 'Tunjukkan kepadaku suatu amal yang jika aku kerjakan, aku akan masuk surga.'"
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Hendaknya kamu menyembah Allah tanpa mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat fardhu, menunaikan zakat wajib, dan berpuasa di bulan Ramadhan.”
Mendengar penjelasan itu, sang Badui berkata dengan penuh keyakinan, “Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku tidak akan menambah lebih dari itu."
Sesaat setelah orang itu pergi, Nabi Muhammad SAW bersabda kepada para sahabatnya, “Siapa ingin melihat penduduk surga, maka lihatlah orang itu.” (Hadis Riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Dua riwayat sahih di atas menegaskan bahwa jalan menuju surga sebenarnya tidaklah rumit, namun menuntut keteguhan dan kejujuran iman yang luar biasa. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa fondasi keselamatan akhirat bertumpu pada tauhid yang murni, pelaksanaan ibadah wajib secara konsisten, serta kepedulian sosial yang nyata melalui zakat dan menyambung silaturahmi.

1 day ago
5








































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)






