Ilustrasi bertetangga.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara hak terbesar seorang tetangga adalah tidak menyakitinya, baik ia masih kecil maupun sudah dewasa, laki-laki maupun perempuan, Muslim maupun non-Muslim.
Hal itu berlaku baik melalui ucapan maupun perbuatan. Menyakiti tetangga merupakan perbuatan yang sangat diharamkan dan dosa yang besar. Allah Ta’ala berfirman:
وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَـٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَـٰنًۭا وَإِثْمًۭا مُّبِينًۭا ٥٨
"Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh, mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS Al-Ahzab 58)
Bahkan, menyerang kehormatan seorang tetangga dipandang lebih berat dan lebih buruk daripada menyerang kehormatan orang lain. Demikian pula mencuri dari tetangga lebih berat daripada mencuri dari orang lain.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لا يدخل الجنة من لا يأمن جاره بوائقه
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.” (HR Muslim).
Dalam riwayat lain, Rasulullah juga mengingatkan tentang pentingnya saling memberikan rasa aman untuk tetangga tersebut.
وعن أبي شريح رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، والله لا يؤمن، قيل: من يا رسول الله؟ قال: الذي لا يأمن جاره بوائقه

9 hours ago
7





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)







