Jatim Percepat PSEL, Tujuh Daerah Sepakati Olah Sampah Jadi Energi

15 hours ago 5

Alat berat memindahkan sampah dari truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Griyo Mulyo Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (18/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) melalui kerja sama lintas daerah. Proyek ini ditopang pasokan sampah lebih dari 2.200 ton per hari dari kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan bahan baku PSEL sesuai ketentuan minimal 1.000 ton sampah per hari. “Kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah,” kata Khofifah dalam keterangannya, Ahad (29/3/2026).

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan bersama tujuh kepala daerah di Gedung Negara Grahadi dan disaksikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Skema ini menargetkan pengelolaan sampah terintegrasi sekaligus produksi energi berbasis limbah.

Untuk kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari yang berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan. Lokasi pembangunan direncanakan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Sementara itu, kawasan Malang Raya menyuplai sekitar 1.138,9 ton sampah per hari dari Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Fasilitas PSEL akan dibangun di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Khofifah mengatakan pemerintah provinsi akan memastikan pelaksanaan proyek berjalan melalui koordinasi, monitoring, dan evaluasi lintas daerah. Pengawasan dilakukan untuk menjaga transparansi serta memastikan target pengelolaan sampah dan energi tercapai.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, capaian pengelolaan sampah Jawa Timur telah mencapai 52,7 persen, tertinggi secara nasional dan melampaui rata-rata nasional 24,95 persen. “Ini prestasi yang sangat luar biasa,” kata Hanif.

Hanif juga menilai praktik pengelolaan sampah di Jawa Timur dapat menjadi rujukan bagi daerah lain, termasuk dalam mengurangi metode pembuangan terbuka dan mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah berbasis energi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |