Jelang Implementasi 1 Juli 2026, Uji B50 pada Kendaraan Diesel Tanpa Kendala

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, KABUPATEN BANDUNG -- Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menyampaikan uji jalan biodiesel 50 persen (B50) pada kendaraan diesel menunjukkan hasil aman. Target implementasi nasional B50 pada 1 Juli 2026.

Pemerintah memacu penerapan B50 sebagai respons atas tekanan harga energi global sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan pengujian di berbagai sektor, dengan sektor otomotif menjadi fokus utama.

“Awal 2025 kita sudah melakukan uji teknis laboratorium dan selesai pertengahan tahun. Lalu dilakukan kick off uji serentak di enam sektor sejak 9 Desember 2025,” kata Eniya di Lembang, dikutip Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan pengujian mencakup sektor otomotif, angkutan laut, alat pertanian, alat berat tambang, kereta api, dan pembangkit listrik. Sektor otomotif diuji secara intensif melalui uji jalan dengan berbagai tipe kendaraan dan kondisi operasional.

Pengujian dilakukan bertahap untuk memastikan standar teknis tetap sesuai rekomendasi pabrikan. Setiap kendaraan menjalani evaluasi menyeluruh setelah mencapai target jarak tempuh. “Untuk kendaraan di bawah 3,5 ton ditargetkan mencapai 50.000 kilometer pada Mei. Setelah itu dilakukan pengecekan mesin. Sementara kendaraan di atas 3,5 ton sudah menyelesaikan uji 40.000 kilometer,” ujar Eniya.

Hingga April 2026, hasil sementara menunjukkan penggunaan B50 pada kendaraan diesel berada dalam kondisi aman tanpa kendala signifikan. Kendaraan di atas 3,5 ton telah menuntaskan uji 40.000 kilometer, sedangkan kendaraan di bawah 3,5 ton telah mencapai sekitar 40.000 kilometer dari target 50.000 kilometer.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif hasil tersebut. Industri menilai konsistensi hasil uji menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan implementasi di pasar. “Kalau hasil akhirnya bisa konsisten seperti ini, kami optimistis implementasi B50 berjalan baik. Kami berharap spesifikasi bahan bakar uji ini menjadi acuan nasional,” ujar anggota Gaikindo Abdul Rochim di Jakarta.

Pengujian juga menunjukkan kualitas bahan bakar B100 sebagai komponen utama campuran B50 telah memenuhi spesifikasi teknis yang diperketat. Parameter kadar air, monogliserida, dan kestabilan oksidasi menunjukkan perbaikan.

Dari sisi performa, kendaraan tidak mengalami penurunan kinerja. Konsumsi bahan bakar tetap dalam rentang standar pabrikan, sementara hasil uji emisi berada di bawah ambang batas yang ditetapkan. Evaluasi terhadap mesin, pelumas, dan sistem bahan bakar menunjukkan seluruh komponen tetap dalam kondisi baik selama pengujian.

Read Entire Article
Food |