Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) didampingi juru bicara Husain Abdullah (kanan) dan mantan Menkumham Hamid Awaluddin (kiri) memberikan keterangan pers di kediamannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026). Dalam konferensi pers tersebut, Jusuf Kalla memberikan klarifikasi terkait dugaan penistaan agama atas potongan video saat dirinya berceramah di Masjid Kampus Universitas Gajah Mada (UGM) pada Kamis (5/3).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) meminta maaf karena baru muncul di hadapan publik untuk menjelaskan sejumlah permasalahan yang viral terkait dirinya. JK mengaku baru kembali dari Jepang pada Sabtu (18/4/2026) pagi.
JK menjelaskan bahwa dirinya ingin menjelaskan kepada publik mengenai potongan video ceramah yang disampaikannya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Ramadhan 1447 Hijriah.
“Saya ingin menjawab, menjelaskan tentang ceramah saya, ceramah Ramadhan. Ceramah Ramadhan itu artinya yang hadir hanya orang Muslim, ya, di masjid lagi. Kemudian di kampus, berarti orang yang hadir adalah intelektual. Itu dulu yang perlu dipahami tentang keadaan itu,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Ia kemudian menayangkan cuplikan video terkait konflik Maluku dan Poso kepada para hadirin. Dua konflik tersebut ditayangkan, kata dia, karena menjadi salah satu bahasan ceramah yang viral di tengah masyarakat. Menurut JK, ini perlu karena sebagian wartawan yang hadir mungkin belum lahir, karena peristiwa itu terjadi sekitar 26 tahun yang lalu.
“Saya putarkan video dulu. Video ini hanya pembukaan konflik itu, belum intinya karena yang bisa diambil oleh jurnalis pada waktu itu hanya di kota,” jelasnya.
Setelah memutarkan video tersebut, JK menyatakan bahwa ceramah di UGM tersebut tentang perdamaian, bukan menista agama.
“Saya diundang, datang, karena temanya adalah perdamaian. Jadi, khususnya temanya tentang langkah-langkah perdamaian, kurang lebih begitu,” katanya.
Sebelumnya, JK berceramah di Masjid UGM pada 5 Maret 2026. Ceramah tersebut bertajuk "Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar".
JK juga menjelaskan bahwa dalam ceramah tersebut, dirinya membahas mengenai perdamaian yang merupakan akhir dari sebuah konflik. Ia sempat membahas sejumlah konflik di dunia, termasuk 15 konflik di Indonesia.
sumber : Antara

4 hours ago
2

















































