Kalimat yang Diucapkan Roh Ahli Maksiat Saat Keranda Diangkat

2 hours ago 4

Ilustrasi warga menyalati jenazah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam ajaran Islam dijelaskan bahwa ketika jenazah dibawa menuju kubur, roh akan berbicara sesuai keadaan amal pemilik jasad tersebut semasa hidupnya.

Jika ia termasuk orang saleh, maka rohnya meminta agar proses penguburan dipercepat karena ingin segera memperoleh kenikmatan alam kubur. Sebaliknya, jika semasa hidupnya bergelimang maksiat, rohnya akan ketakutan menghadapi azab kubur yang menanti.

Keterangan tersebut terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan juga dikutip Imam Al-Qurthubi dalam kitab At-Tadzkirah.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِذَا وُضِعَتِ الْجِنَازَةُ فَاحْتَمَلَهَا الرِّجَالُ عَلَى أَعْنَاقِهِمْ، فَإِنْ كَانَتْ صَالِحَةً قَالَتْ: قَدِّمُونِي، وَإِنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ قَالَتْ لِأَهْلِهَا: يَا وَيْلَهَا، أَيْنَ يَذْهَبُونَ بِهَا؟ يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إِلَّا الْإِنْسَانَ، وَلَوْ سَمِعَهَا الْإِنْسَانُ لَصَعِقَ»

Ḥaddatsanā ‘Abdullāhu bin Yūsuf, ḥaddatsanā Al-Laits, ḥaddatsanā Sa‘īd, ‘an abīhi annahu sami‘a Abā Sa‘īd Al-Khudriyy raḍiyallāhu ‘anhu qāla: kānan-nabiyyu ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama yaqūlu: “Idzā wuḍi‘atil-janāzatu faḥtamalahar-rijālu ‘alā a‘nāqihim, fa in kānat ṣāliḥatan qālat: qaddimūnī, wa in kānat ghaira ṣāliḥatin qālat li ahlihā: yā wailahā, aina yadzhabūna bihā? Yasma‘u ṣautahā kullu syai’in illal-insān, walau sami‘ahal-insānu laṣa‘iqa.”

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah menceritakan kepada kami Al-Laits, telah menceritakan kepada kami Sa’id dari ayahnya, bahwa ia mendengar Abu Sa’id Al-Khudri RA berkata: Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila jenazah telah diletakkan lalu dipikul oleh orang-orang di atas pundak mereka, jika jenazah itu orang saleh maka ia berkata: ‘Segerakanlah aku.’ Namun jika ia bukan orang saleh maka ia berkata kepada keluarganya: ‘Celaka, ke mana mereka akan membawanya?’ Suara jenazah itu didengar oleh seluruh makhluk kecuali manusia. Seandainya manusia mendengarnya, niscaya ia akan pingsan.”

(HR Bukhari)

Hadits ini menunjukkan bahwa alam kematian merupakan fase yang sangat nyata meski tidak dapat dijangkau indra manusia. Dalam pandangan ulama, ucapan roh tersebut menjadi pertanda awal kondisi seseorang di alam barzakh berdasarkan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Imam Al-Qurthubi menjelaskan dalam At-Tadzkirah bahwa orang saleh akan merasakan ketenangan ketika menuju kubur karena melihat rahmat dan kenikmatan yang dijanjikan Allah SWT. Sebaliknya, ahli maksiat akan diliputi ketakutan dan penyesalan karena menyadari beratnya azab yang menanti.

Read Entire Article
Food |