Personel Pemadam Kebakaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di belakang Komplek Arwana Indah, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (5/8/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Tidak hanya di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, kebakaran juga terjadi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan total lahan yang terbakar di Kalimantan Timur mencapai 5.761 hektare. Berdasarkan data per Senin (14/9/2026), terdapat 20 titik api (firespot) dengan estimasi terbakar kemarin 701 hektare lebih, di mana 381 hektare lebih telah berhasil dipadamkan.
"Satgas darat memadamkan 358 hektare lebih, satgas udara sebesar 23 hektare lebih, sehingga dapat kita lihat ada sisa yang belum dipadamkan per hari ini ada 319 hektare lebih, terutama ini ada di IKN yang perlu ditangani," kata Berton saat konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Berton mengatakan, karhutla juga masih terjadi di enam provinsi prioritas, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, Jambi, dan Riau. Total, lahan yang terbakar di enam provinsi itu telah mencapai lebih dari 100 ribu hektare.
Dia menyebutkan, di Kalimantan Barat, total lahan yang terbakar mencapai 48.535,073 hektare. Di wilayah itu, setidaknya ditemukan 19 titik api dengan estimasi terbakar 261 hektare lebih hingga Senin. Namun, dari 261 hektare lahan yang terbakar, sekitar 180 hektare telah berhasil dipadamkan.
"Sehingga ada sejumlah 80 hektare lebih yang belum dipadamkan hari ini, hari Selasa 15 September 2026," kata Berton.

3 hours ago
7














































