Kemenhaj Siap Pangkas Masa Tinggal Jamaah Haji di Tanah Suci, Biaya Berpotensi Lebih Murah

7 hours ago 4

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak berpose saat diwawancarai Republika di kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk memperpendek masa tinggal jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji sekaligus meningkatkan efisiensi layanan bagi jamaah.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan adalah memangkas masa tunggu jamaah di Makkah maupun Madinah dengan memperbanyak slot penerbangan.

"Salah satu yang bisa kita potong adalah masa tunggu di Makkah dan di Madinah. Jadi kita ingin slot time penerbangan itu bisa lebih banyak. Salah satu caranya itu (Menambah slot penerbangan)," ujar Dahnil dalam wawancara khusus bersama tim Republika di kantornya, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut dia, masa tunggu jamaah di Tanah Suci sangat berkaitan dengan jadwal penerbangan. Karena itu, Kemenhaj berharap maskapai nasional, khususnya Garuda Indonesia, dapat memperoleh slot penerbangan yang lebih banyak agar proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah menjadi lebih cepat.

Selain itu, Kemenhaj mengkaji kemungkinan untuk mengurangi lama tinggal jamaah di Madinah. Namun, kebijakan tersebut akan dibahas bersama para ulama dari berbagai organisasi Islam sebelum diputuskan.

"Kita sedang diskusi memastikan misalnya masa tunggu di Madinah bisa dipotong. Nah itu nanti kita diskusikan tentu dengan para ulama, misalnya dengan ulama Muhammadiyah, ulama NU al-Washliyahah dan sebagainya,”kata dia.

Dahnil menjelaskan, salah satu pertimbangan yang akan dibahas adalah pelaksanaan shalat arba'in di Masjid Nabawi. Menurutnya, pelaksanaan arba'in bukan merupakan kewajiban dalam ibadah haji sehingga kajian fikih dari para ulama menjadi penting sebelum pemerintah mengambil keputusan.

"Nanti kami tentu akan mendengar masukan dari para ulama, kami akan buat keputusan apakah kemudian kita di Madinah itu bisa mengurangi lama tinggal. Karena dengan cara begitu kalau lama tinggal bisa kita kurangi, cost juga otomatis berkurang. Karena biaya hotel, biaya konsumsi dan sebagainya akan lebih rendah,"kata dia.

Read Entire Article
Food |