Sebuah video yang menampilkan seorang bocah sedang dianiaya seorang pria dewasa hingga sengaja direkam viral di media sosial. Peristiwa itu diketahui terjadi di wilayah Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- R (5 tahun), bocah asal Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mengalami penyiksaan yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri bernama Dayat alias Cepi (28). Korban mengalami luka fisik hingga truma akibat perlakuan keji ayahnya.
Aksi penganiayaan yang diduga sengaja direkam hingga viral di media sosial itu terjadi pada Ahad (26/6/2026) di kediaman pelaku di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor, KBB. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat wajah sang bocah itu nampak bercucuran darah pada bagian mulut dan hidungnya. Terduga pelaku juga terlihat jelas menampar hingga menjenggut rambut korban hingga menangis karena kesakitan.
Dayat sudah diamankan polisi pada Kamis (30/7/2026) sore. Ia sempat disembunyikan oleh keluarganya lalu berusaha melarikan diri. Sedangkan korban sudah berkumpul lagi dengan ibu dan neneknya. Ia sudah kembali ceria meskipun pasti masih menyimpan trauma dari perilaku bejat sang ayah.
"Itu anak saya satu-satunya, masih 5 tahun. Saya dikirim video sama dia (pelaku). Kalau kejadiannya bagaimana saya kurang tahu, cuma kan sesuai yang di video anak saya dipukul, dijambak, ditempeleng sampai berdarah," kata Rika (23), ibu kandung korban saat ditemui di kediamannya, Jumat (31/7/2026).
Rika dan pelaku diketahui sudah bercerai. Penyiksaan yang dialami R, berawal saat balita itu tak mau pulang ke rumah ayah kandungnya. Ia memilih tinggal di rumah ibunya, namun pelaku membawa paksa korban. Setibanya di rumah pelaku, korban seketika disiksa secara membabi buta.
"Jadi anak saya enggak mau pulang, maunya sama saya di sini. Cuma akhirnya dibawa paksa, akhirnya karena emosi anak saya disiksa sama pelaku. Jadi berdarah itu memang karena dipukul sama tangan kosong," ungkap Rika.
Rika selama 3 tahun belakangan tak bisa membersamai sang buah hati, sebab menjadi Pekerja Imigran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Ia sendiri baru kembali ke tanah air 3 bulan lalu, namun mendapati kenyataan anaknya disiksa secara brutal.
"Katanya memang sudah sering begitu, tapi ini yang paling parah. Kemarin penganiayaannya divideo sama sepupu dia (pelaku), cuma katanya diancam juga kan," kata Rika.

2 hours ago
5






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)





