Kim Jong-un Kirim Pesan Tahun Baru ke Prajurit Korut yang Bela Rusia Lawan Ukraina

1 week ago 21

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un melihat parade militer di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang.

REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mengirim pasukan ke Rusia berdasarkan perjanjian pertahanan bersama yang ditandatangani kedua negara pada 2024, kata Komisi Militer Pusat dari Partai Buruh yang berkuasa dalam sebuah pernyataan. Kim memuji pasukan yang bertempur di "tanah asing" dalam pesan Tahun Barunya, dengan menggarisbawahi "aliansi tak terkalahkan" Pyongyang dengan Moskow.

Tanpa menyebutkan pertempuran dengan Rusia melawan Ukraina, Kim menyapa personel dalam apa yang digambarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) sebagai "unit operasi luar negeri." Dia mengucapkan selamat kepada para prajurit atas pembelaan "heroik" mereka terhadap kehormatan bangsa dan menginstruksikan mereka untuk "berani."

"Saat seluruh negeri diselimuti suasana meriah menyambut tahun baru, saya semakin merindukan kalian, yang dengan berani bertempur di medan perang di tanah asing bahkan saat ini, setia pada perintah tanah air kalian," kata Kim dilaporkan KCNA.

"Di belakangmu ada Pyongyang dan Moskow," kata Kim dalam pesan tersebut.

Korut telah mengirim ribuan pasukan untuk mendukung invasi skala penuh Rusia ke Ukraina yang hampir empat tahun lamanya, menurut Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel) dan Barat. Setidaknya 600 prajurit tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka, menurut perkiraan Korsel.

Para analis mengatakan Korut menerima bantuan keuangan, teknologi militer, serta pasokan makanan dan energi dari Rusia sebagai imbalannya. Tentara Korut diperintahkan untuk bunuh diri daripada ditawan, menurut dinas intelijen Korsel.

Kim pun memuji para tentara karena memperkuat aliansi dengan Rusia, menyerukan mereka untuk berjuang "demi rakyat Rusia yang bersaudara." Sayangnya, Dua tawanan perang Korut yang ditahan oleh Ukraina mengatakan mereka berharap untuk memulai "kehidupan baru" di Korsel, menurut sebuah surat yang dilihat AFP pada Desember 2025.

Read Entire Article
Food |