Kinerja PKUB 2025 Melonjak, Indeks Kerukunan Nasional Tertinggi dalam 11 Tahun

9 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mencatatkan peningkatan signifikan dalam kinerja sepanjang 2025. Capaian tersebut tercermin dari naiknya Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) nasional menjadi 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Kepala PKUB Kementerian Agama, H. Muhammad Adib Abdushomad, menyampaikan bahwa peningkatan ini merupakan hasil konsistensi kebijakan penguatan moderasi beragama yang dijalankan di bawah kepemimpinan Menteri Agama Nasaruddin Umar. “Kerukunan umat beragama kini tidak hanya menjadi wacana normatif, tetapi sudah menjadi indikator kinerja yang terukur dan berdampak langsung di masyarakat,” ujar Adib.

Berdasarkan survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kemenag, sebanyak 97,06% atau 33 dari 34 provinsi berada pada kategori indeks kerukunan tinggi dan sangat tinggi. Jumlah provinsi dengan kategori “sangat tinggi” meningkat signifikan dari lima provinsi pada 2024 menjadi 14 provinsi pada 2025. Kalimantan Utara mencatat lonjakan tertinggi dengan skor 87,23, disusul Sulawesi Tenggara di posisi kedua nasional.

PKUB mencatat sejumlah capaian strategis sepanjang 2025. Salah satunya adalah peluncuran sistem peringatan dini konflik berbasis digital melalui aplikasi SI-RUKUN yang terhubung dengan 1.156 penyuluh agama di seluruh Indonesia. Sistem ini berfungsi sebagai instrumen deteksi dini potensi konflik sosial berbasis keagamaan.

Di tingkat akar rumput, PKUB membina 468 Desa Sadar Kerukunan (DSK) sebagai ruang penguatan toleransi dan moderasi beragama. Dari jumlah tersebut, dua desa ditetapkan sebagai model nasional, yakni Desa Plajan di Jepara dengan pendekatan ekoteologi dan Desa Pabuaran di Bogor dengan pendekatan seni dan budaya.

Sepanjang 2025, PKUB juga menangani 46 kasus kerukunan melalui pendekatan mediasi dan dialog lintas iman. Penguatan kelembagaan dilakukan melalui penerbitan Keputusan Menteri Agama Nomor 784 Tahun 2024 tentang Sekretariat Bersama Kerukunan Umat Beragama yang mengintegrasikan peran 512 Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat kabupaten/kota.

Di sisi penguatan kapasitas, PKUB menyelenggarakan Pendidikan Kader Mediator (PKM) yang menghasilkan 905 mediator bersertifikat. Program ini melengkapi agenda Silaturahmi Nasional Tokoh Lintas Agama yang diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai latar belakang.

Pada level internasional, Indonesia juga memperluas diplomasi kerukunan melalui program Indonesian Interfaith Scholarship yang melibatkan peserta dari berbagai negara. Upaya pencegahan radikalisme turut diperkuat melalui sinergi dengan BNPT, Densus 88, dan BIN.

Sementara itu, kanal komunikasi publik PKUB menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah pengikut media sosial meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari 12 ribu, disertai pengembangan portal informasi multibahasa untuk menjangkau audiens global.

Kementerian Agama menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi visi besar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam menjadikan kerukunan sebagai fondasi pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai rujukan global dalam pengelolaan keberagaman dan perdamaian sosial.

Read Entire Article
Food |