Kisah Ayah Rabiah al-Adawiyah Mimpi Bertemu Rasulullah yang Menagih Shalawat ke Gubernur

21 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, Rabiah binti Ismail al-Adawiyah berasal dari keluarga miskin, sejak kecil tinggal di Bashrah. Rabiah terkenal sebagai tokoh sufi perempuan, ada kisah mengharukan dan jarang diceritakan tentang ayahnya yang bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW ketika Rabiah baru dilahirkan.

Dikisahkan Fariduddin Attar pada abad ke-12 dalam kitab Tadzkiratul Auliya, ayah dari Rabiah binti Ismail al-Adawiyah termenung setelah istrinya menangis karena tidak punya apapun untuk anak perempuan keempatnya yang baru lahir. Dalam renungannya, ayah Rabiah tertidur dan bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW.

Di dalam mimpi ayah Rabiah, Nabi Muhammad SAW menghiburnya, "Janganlah engkau bersedih, karena bayi perempuan yang baru dilahirkan itu adalah ratu kaum wanita dan akan menjadi penengah bagi 70 ribu orang di antara kaumku.”

Kemudian Nabi Muhammad SAW berkata, “Besok, pergilah engkau menghadap Isa as-Zadan, Gubernur Bashrah. Di atas sehelai kertas, tuliskan kata-kata berikut ini: Setiap malam engkau mengirimkan shalawat 100 kali kepadaku, dan setiap malam Jumat 400 kali. Kemarin adalah malam Jumat, tetapi engkau lupa melakukannya. Sebagai penebus kelalaianmu itu, berikanlah kepada orang ini 400 Dinar yang telah engkau peroleh secara halal'."

Ketika terbangun dari tidurnya, ayah Rabiah mengucurkan air mata. Ia pun bangkit dan menulis sebagaimana yang telah dipesankan Nabi Muhammad SAW kepadanya dalam mimpi, kemudian mengirimkan surat itu kepada gubernur melalui pengurus rumah tangga istana.

Setelah membaca surat itu, sang gubernur berkata, "Berikanlah 2.000 Dinar kepada orang-orang miskin. Sebagai tanda syukur karena Nabi masih ingat kepadaku. Kemudian berikan 400 Dinar kepada si Syaikh dan katakan kepadanya, ‘Aku harap engkau datang kepadaku sehingga aku bisa melihat wajahmu. Namun, tidaklah pantas bagi seorang seperti kamu untuk datang menghadapku. Lebih baik seandainya akulah yang datang dan menyeka pintu rumahmu dengan janggutku ini. Walaupun demikian, demi Allah, aku memohon kepadamu, apapun yang engkau butuhkan, katakanlah kepadaku'."

Dari sang gubernur, ayah Rabiah menerima uang emas tersebut dan membeli sesuatu yang dirasa perlu. Rabiah binti Ismail al-Adawiyah, berasal dari keluarga miskin. Sejak kecil ia tinggal di Bashrah. Di kota ini Namanya sangat harum sebagai seorang manusia suci dan seorang pengkhutbah.

Rabiah sangat dihormati oleh orang-orang shaleh semasanya. Mengenai kematiannya ada berbagai pendapat, ada yang mengatakan tahun 135 H/ 752 M atau tahun 185 H/ 801 M.

Rabiah yang seumur hidupnya tidak pernah menikah, dianggap mempunyai peran yang besar dalam memperkenalkan cinta Allah ke dalam Islam tasawuf. Orang-orang mengatakan bahwa ia dikuburkan di dekat kota Yerusalem.

Read Entire Article
Food |