REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- The Apurva Kempinski Bali kembali menggelar Path to Sustainable Growth 2026, forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, komunitas, dan organisasi untuk membahas berbagai isu keberlanjutan. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang banyak berfokus pada sektor pariwisata, tahun ini forum tersebut diperluas menjadi wadah kolaborasi lintas sektor.
Konferensi yang akan berlangsung pada 24 Juni 2026 di Candi Ballroom The Apurva Kempinski Bali itu mengangkat tema Regeneration for the Future atau Regenerasi untuk Masa Depan. Forum tersebut akan membahas berbagai isu mulai dari pelestarian budaya, pengelolaan lingkungan, transformasi industri, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Manajer Humas dan Pemasaran The Apurva Kempinski Bali, Charles Octaiano Seran, mengatakan tantangan keberlanjutan saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor saja sehingga diperlukan kolaborasi yang lebih luas.
Menurut Charles, Path to Sustainable Growth 2026 dirancang sebagai ruang dialog sekaligus kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan solusi yang relevan bagi masa depan.
"Tahun ini kami memperluas cakupan diskusi agar tidak hanya berfokus pada industri pariwisata, tetapi juga melibatkan sektor keuangan, pertanian, pendidikan, ekonomi kreatif, dan berbagai bidang lain yang memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan berkelanjutan," ujar Charles.
Ia menambahkan, forum tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pendekatan regeneratif yang tidak hanya berupaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan ekosistem secara berkelanjutan.
Konferensi akan menghadirkan empat sesi diskusi utama yang membahas pelestarian warisan budaya, pengelolaan sumber daya alam, inovasi dan transformasi industri, serta pengembangan sumber daya manusia dan kesejahteraan sosial.
Selain konferensi, penyelenggara juga menghadirkan program pendampingan dan inkubasi bertajuk Seeds of Change. Program ini ditujukan bagi mahasiswa dan startup tahap awal yang mengembangkan inovasi di bidang pariwisata regeneratif dan keberlanjutan.
Sebanyak 10 peserta terpilih akan mengikuti program inkubasi selama delapan minggu yang mencakup pendampingan bisnis, strategi keberlanjutan, hingga penyusunan rencana pengembangan usaha. Pada akhir program, dua tim terbaik akan memperoleh hibah pengembangan masing-masing sebesar Rp50 juta dan Rp20 juta.
Charles berharap forum tersebut dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus melahirkan gagasan dan inisiatif baru yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
"Kami ingin keberlanjutan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang," kata Charles.

5 hours ago
2













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)

