Cyber University menerapkan kuliah secara hybrid atau blended learning yang proporsinya 60% tatap muka dan 40% Online.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Harus diakui bahwa Generasi Z merupakan kelompok yang memiliki karakteristik unik. Generasi ini tumbuh dengan akses internet yang mudah, terbiasa dengan kecepatan informasi, serta cenderung kurang menyukai pola-pola yang kaku dan monoton.
Bayangkan kewajiban untuk duduk diam di ruang kelas sejak pukul 07.00 pagi hingga sore hari hanya untuk mendengarkan ceramah dosen secara satu arah; kondisi tersebut kerap menimbulkan kejenuhan dan ketidaknyamanan. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila model perkuliahan konvensional mulai ditinggalkan dan sistem perkuliahan blended learning hadir sebagai alternatif yang lebih relevan.
Blended learning bukan sekadar tren sementara untuk mengikuti perkembangan zaman, melainkan sebuah kebutuhan yang tidak terelakkan. Banyak pihak belum sepenuhnya menyadari bahwa sistem ini menawarkan berbagai keunggulan bagi mahasiswa, seperti efisiensi biaya, penghematan waktu, serta pengurangan aktivitas yang kurang produktif.
Bagi mahasiswa yang menginginkan fleksibilitas dan efektivitas dalam proses belajar, blended learning dapat menjadi pilihan yang paling sesuai untuk menghadapi tantangan masa depan.
Blended Learning, Lebih dari Sekadar Perkuliahan Daring
Masih terdapat kesalahpahaman di masyarakat mengenai konsep blended learning. Sistem ini kerap dianggap hanya sebagai pemindahan perkuliahan tatap muka ke platform daring seperti Zoom, yang kemudian membuat mahasiswa pasif dan kurang terlibat.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pertemuan tatap muka (luring) dengan pembelajaran daring (online) secara terstruktur. Tujuan utama dari sistem ini adalah memanfaatkan keunggulan masing-masing metode.
Mahasiswa tetap memperoleh interaksi sosial dan diskusi yang mendalam melalui pertemuan langsung, sekaligus mendapatkan fleksibilitas waktu melalui pembelajaran daring. Dengan demikian, kendala seperti keterlambatan akibat kemacetan atau hambatan perjalanan lainnya dapat diminimalkan, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.

1 week ago
11










































