Kuliah Buang Waktu? Ini Jawaban Realistis di Era Serba Instan

7 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- “Ngapain sih kuliah? Ujung-ujungnya kerja juga” Kalimat ini makin sering terdengar di tengah maraknya kisah drop out sukses, pebisnis muda viral, hingga konten kreator berpenghasilan fantastis.

Kuliah pun kerap dianggap tidak lagi relevan, bahkan dicap sebagai pemborosan waktu dan biaya. Namun, benarkah kuliah hanya sekadar formalitas? Mari melihatnya dengan kacamata yang lebih jernih.

Mitos pertama mengatakan kuliah tidak menjamin sukses, jadi percuma. Faktanya, tidak ada jalur hidup yang bisa menjamin keberhasilan mutlak. Fungsi kuliah bukan memberi jaminan, melainkan memperbesar peluang.

Di kampus, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, juga dilatih berpikir kritis, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, serta mengelola waktu.

Soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan presentasi tumbuh dari proses ini, kemampuan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern.

Mitos kedua menyebut banyak orang sukses tanpa kuliah. Memang ada, tetapi mereka adalah pengecualian, bukan mayoritas. Kita sering terjebak pada survivorship bias, hanya melihat yang berhasil dan melupakan ribuan yang tidak terdengar.

Dalam realitasnya, gelar pendidikan masih menjadi pintu masuk bagi banyak profesi, terutama di bidang teknologi, bisnis, pendidikan, dan keuangan.

Mitos ketiga mengatakan ilmu kuliah tidak terpakai. Padahal teori adalah fondasi praktik. Tanpa fondasi, keterampilan teknis mudah goyah saat menghadapi perubahan. Kuliah membentuk cara berpikir sistematis, logis, dan analitis.

Kemampuan yang bisa diterapkan lintas bidang. Masa kuliah juga menjadi waktu terbaik untuk eksplorasi melalui magang, organisasi, lomba, dan proyek kolaboratif yang menjembatani teori dengan praktik nyata.

Kuliah juga bukan hanya soal gelar, tetapi tentang jaringan dan proses pendewasaan. Teman sekelas bisa menjadi partner bisnis, dosen bisa menjadi mentor, dan pengalaman organisasi membentuk karakter kepemimpinan.

Semua ini adalah modal sosial yang sering kali menentukan peluang di masa depan.

Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Cikampek, Nurul Ichsan menekankan, nilai kuliah terletak pada proses, bukan sekadar hasil akhir.

“Kuliah bukan hanya tempat mencari ijazah, tetapi ruang untuk membangun pola pikir, karakter, dan kompetensi. Mereka yang memanfaatkan masa kuliah dengan aktif akan memiliki keunggulan saat memasuki dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (19/3/2026).

Pada akhirnya, apakah kuliah buang waktu sangat bergantung pada cara menjalaninya. Jika hanya hadir tanpa tujuan, mungkin terasa sia-sia. Namun jika dimanfaatkan untuk membangun kompetensi, relasi, dan pengalaman, kuliah justru menjadi fase penting yang membentuk arah hidup.

Di era perubahan cepat, pendidikan bukan lagi soal siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang paling adaptif dan terus belajar. Kuliah adalah salah satu tempat latihan paling intens untuk membangun kemampuan itu, semacam dojo intelektual tempat otak ditempa sebelum dilempar ke dunia nyata yang absurd tapi menakjubkan.

Bagi yang ingin merancang masa depan akademik dan karier lebih terarah, informasi pendaftaran mahasiswa baru UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, dapat diakses melalui laman resmi PMB UBSI di https://pmbubsi.id/pmb sebagai langkah awal memulai perjalanan pendidikan tinggi.

Read Entire Article
Food |