Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan "secara aktif" berupaya untuk mencabut hak perwalian bersejarah Yordania atas kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Dua sekutu tersebut tengah mengejar pengaturan baru untuk menyelaraskan pengelolaan situs suci umat Islam dengan kepentingan Israel, demikian menurut informasi dari berbagai sumber kepada Middle East Eye (MEE).
Sejumlah pejabat AS, Yordania, dan Palestina, serta sumber-sumber diplomatik Barat dan Arab Teluk, mengungkapkan kepada MEE bahwa rencana tersebut didorong oleh menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.
Dukungan lainnya diupayakan oleh Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam rencana itu, lembaga Wakaf Islam yang didukung Yordania akan dihentikan tiba-tiba. Sebagai gantinya, sebuah badan baru yang dibentuk oleh pemerintah Israel akan mendeklarasikan Masjid Al Aqsa sebagai "pusat lintas agama".
Menurut para pejabat yang meminta identitasnya dirahasiakan karena sensitivitas isu ini, "pengaturan baru" tersebut akan memberikan "akses yang setara" bagi umat Yahudi di situs Muslim itu. Pengubahan status Masjid Al Aqsa juga secara resmi mengizinkan ibadah doa Yahudi dalam kelompok besar.
Israel juga dilaporkan akan memiliki suara dominan dalam penunjukan imam, khatib, serta pejabat senior masjid, termasuk terlibat dalam menyetujui materi khotbah Jumat.
Dua pejabat AS memberi tahu MEE bahwa Washington telah menyusun dokumen mengenai masa depan masjid tersebut yang mereka rintis. Para pejabat itu menyebut, pemerintahan Trump ingin menghapus identitas Muslim dari Masjid Al-Aqsa, lalu mengubah situs itu menjadi objek wisata ikonik yang menampung ketiga agama samawi (Abrahamik).
Seorang pejabat Barat dan sebuah sumber yang menerima taklimat dari pemerintah Yordania mengungkapkan kepada MEE bahwa berdasarkan proposal yang mereka lihat, negara-negara Arab dapat diberikan pengawasan secara bergilir (rotasi) atas kompleks Masjid Al-Aqsa.
Mereka menambahkan bahwa Bahrain, Mesir, Maroko, dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menerima taklimat mengenai proposal AS tersebut.

4 hours ago
2















































