Media China Klaim Jet Tempur J-10CE Sukses Permalukan Eurofighter Typhoon

1 hour ago 2

Kolase Pesawat Tempur J-10 Chengdu VS Euro Typhoon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dominasi teknologi militer Barat kembali mendapat tantangan setelah media pemerintah China mengklaim jet tempur J-10CE buatan Chengdu Aircraft Corporation mengalahkan Eurofighter Typhoon dalam simulasi pertempuran udara dengan skor telak 9-0.

Klaim tersebut merujuk pada latihan udara gabungan “Zilzal-II” di Qatar pada Januari 2024 yang mempertemukan jet tempur J-10CE milik Angkatan Udara Pakistan dengan Eurofighter Typhoon Qatar. Jika benar, hasil ini menjadi sinyal bahwa peta kekuatan teknologi militer global mulai bergeser dan tidak lagi sepenuhnya didominasi Eropa maupun Amerika Serikat.

Laporan media Pakistan The Daily CPEC beberapa hari lalu menyebut J-10CE memenangkan lima simulasi pertempuran jarak dekat dan empat pertempuran di luar jangkauan visual.

Beberapa media Teluk kemudian menerbitkan laporan serupa yang dinilai sejalan dengan pernyataan stasiun televisi pemerintah China, CCTV, yang terpublikasi beberapa hari lalu. Meski belum diverifikasi secara independen, klaim tersebut langsung menarik perhatian karena Eurofighter Typhoon selama ini dianggap salah satu simbol superioritas industri pertahanan Eropa.

China sendiri terus mendorong modernisasi militernya dalam dua dekade terakhir sebagai bagian dari kebangkitan geopolitik Beijing di tengah rivalitas dengan Barat. J-10C yang diperkenalkan pada 2017 menjadi salah satu tulang punggung angkatan udara modern China dengan radar AESA, sistem avionik terbaru, serta rudal udara-ke-udara PL-10 dan PL-15.

Kehadiran varian ekspor J-10CE menunjukkan ambisi Beijing untuk memperluas pengaruhnya di pasar senjata global yang selama puluhan tahun didominasi Amerika Serikat dan Eropa.

Publikasi pertahanan AS, Military Watch Magazine, menyebut hasil latihan tersebut memperlihatkan kematangan teknologi pesawat tempur generasi 4.5 China yang berkembang sangat cepat.

Sejumlah analis menilai performa J-10CE berpotensi melemahkan posisi Eurofighter Typhoon di pasar global, terutama ketika banyak negara mulai mencari alternatif persenjataan yang lebih murah tetapi tetap modern. Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Asia Tengah disebut menjadi kawasan potensial bagi ekspansi industri pertahanan China.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan perubahan besar dalam geopolitik global menuju dunia multipolar. Jika selama puluhan tahun Amerika Serikat dan Eropa menjadi simbol tunggal superioritas teknologi militer, kini China mulai tampil sebagai pesaing serius yang mampu menantang dominasi tersebut.

Persaingan tidak lagi hanya terjadi pada ekonomi dan perdagangan, tetapi juga pada industri pertahanan, kecerdasan buatan, hingga perebutan pengaruh strategis global. Dalam konteks itu, kemunculan J-10CE bukan sekadar soal jet tempur, melainkan simbol bahwa era ketika Barat menjadi satu-satunya pusat kekuatan dunia perlahan mulai berubah.

Read Entire Article
Food |