Lemhannas Dukung Pemerintah Jaga Harga BBM Subsidi tidak Naik

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Tubagus Ace Hasan Syadzili mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini sangat kuat. Dia pun mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dan optimistis menyongsong masa depan Indonesia. Hal itu disampaikan Ace di sela Seminar Nasional P3N 27 Lemhannas RI Tahun 2026, Selasa (26/5/2026).

"Bapak Ibu sekalian, tadi keynote speech-nya hadir Bapak Gubernur Bank Indonesia, Bapak Perry Warjiyo, yang menyampaikan kebijakan moneter. Dan juga terakhir tadi disampaikan keynote speech kedua oleh Kepala LPS Profesor Anggito Abimanyu, yang menyampaikan optimisme tentang kondisi ekonomi saat ini," kata Ace dalam konferensi pers di Aula Dwi Warna Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa.

Menurut dia, walaupun dihadapkan pada tantangan, secara umum pondasi ekonomi Indonesia cukup kuat untuk menghadapi persoalan. Ace mengakui, dampak ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran dan dinamika di kawasan Teluk yang masih bergejolak hingga saat ini, memang mempengaruhi ekonomi Indonesia.

"Saya kira bukan hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga oleh hampir seluruh dunia. Ini berakibat pada terganggunya rantai pasok logistik perdagangan minyak sehingga mengalami kenaikan," ucap Ace didampingi Wagub Lemhannas Laksdya Erwin S Aldedharma.

Meski begitu, kata dia, tantangan ekonomi yang muncul sudah direspons cepat oleh pemerintah RI. Hal itu ditandai dengan mengamankan pasokan gas dan minyak. Dengan begitu, stok untuk masyarakat tetap tersedia dengan harga terjangkau.

"Pemerintah telah melakukan langkah-langkah strategis untuk tidak membebani masyarakat. Salah satunya tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Kita tahu untuk BBM non-subsidi memang mengikuti mekanisme pasar. Yang terpenting bagi pemerintah adalah menjaga pasokan dan ketersediaan BBM, terutama untuk kebutuhan masyarakat," ujar Ace.

Dia juga mengapresiasi, harga BBM subsidi masih ditahan pemerintah. Hal itu selain untuk menjaga daya beli masyarakat, menurut Ace, juga dilakukan untuk mengawal pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5 persen.

"Untuk harga BBM bersubsidi, pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga tersebut. Begitu juga ketersediaan LPG dan kebutuhan rumah tangga lainnya dipastikan tersedia, sehingga dampaknya tidak terlalu berat bagi masyarakat," jelas Ace.

Read Entire Article
Food |