REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal menuntaskan proyek pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 2027. Pasalnya, proyek itu tak kunjung rampung setelah dimulai sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purbama alias Ahok pada 2015.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengaku, kerap disinggung mengenai keberlanjutan proyek jalan tembus atau sejajar rel Pasar Minggu. Hal itu lantaran Pemprov DKI belakangan telah menuntaskan sejumlah proyek mangkrak, tapi tak juga melanjutkan pembangunan jalan sejajar rel Pasar Minggu.
"Jalan yang sejajar dengan rel kereta di Pasar Minggu, yang lewat BIN (Badan Intelijen Negara), itu kan sudah tujuh gubernur enggak selesai-selesai. Karena begitu apa, kemarin Rasuna Said selesai, Sumber Waras alhamdulillah selesai, kemudian juga JIS sekarang sudah lebih baik, sekarang saya di-mention tentang itu," kata Pramono di Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Dia mengaku telah menggelar rapat dengan jajarannya sekitar dua bulan lalu. Dalam rapat itu, pihaknya telah menetapkan bahwa penyelesaian pembangunan jalan sejajar rel di Pasar Minggu akan jadi prioritas Pemprov DKI Jakarta. "Karena sudah tujuh gubernur belum selesai," ujar Pramono.
Dalam catatan Republika, proyek ini mulai dikerjakan sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (2014-2017). Setelah itu, berlanjut era Gubernur Djarot Saiful Hidayat (2017-2017), Gubernur Anies Rasyid Baswedan (2017-2022), dan Gubernur Pramono (2005-kini), proyek itu tidak ada progresnya.
Di sela itu, ada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumarsono (2017-2017), Pelaksana Harian (Plh) Saefullah, Plt Gubernur Budi Heru Hartono (2022-2024), dan Teguh Setiabudi (2024-2025). Namun, pada era empat gubernur definitif dan plt maupun plh gubernur DKI, proyek jalan tembus tidak menunjukkan kemajuan.
Pramono berharap, keberadaan jalan itu diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu. Pasalnya, jalur itu merupakan salah satu akses utama masyarakat untuk mengarah ke arah Lenteng Agung hingga Kota Depok, Jawa Barat.
Pramono juga langsung bertanya kepada Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo terkait progres penyelesaian jalan sejajar rel Pasar Minggu. Menurut Heru, saat ini pihaknya masih terus berupaya melakukan pembebasan lahan. Ditargetkan, pembebasan lahan itu akan rampung pada tahun ini.
Heru melanjutkan, setelah itu, pekerjaan fisik akan dilakukan pada tahun depan. "Bener nih janji lo, di depan banyak orang lo. Tahun depan janji?" kata Pramono.
Heru kemudian mengiyakan kesanggupannya. Sementara Pramono memgaku bakal terus memantau progres pembangunan jalan itu. "Tuh dengerin Pak Wondo selesai. Tapi saya akan selesaikan. Saya kalau sudah gini, saya tanyain terus pasti," ujar Pramono.
Berdasarkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Jakarta Nomor 493 Tahun 2024 tentang Penetapan Lokasi Pembangunan Akses Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan, lokasi pembangunan akses jalan sejajar rel Pasar Minggu seluas sekitar 14.220,562 m² di Kelurahan Pejaten Timur. Penetapan lokasi berlaku untuk jangka waktu tiga tahun.
Sementara itu, berdasarkan Pengumuman Penetapan Lokasi Pembangunan Akses Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu di Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Nomor: 709/KR.02.01 tertanggal 25 Juli 2024, pengadaan tanah diharapkan selesai dalam 25 bulan. Namun, seiring dengan dinamika yang terjadi dalam pengadaan tanah, dapat dipertimbangkan pelaksanaan waktu pengadaan tanah selama tiga tahun sesuai waktu maksimal ketentuan penetapan lokasi.
Sedangkan, perkiraan jangka waktu pelaksanaan pembangunan adalah 12 bulan setelah dilakukan penyerahan hasil pengadaan tanah oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah. Sebelumnya, Heru mengatakan pembebasan lahan untuk proyek itu telah berjalan sejak tahun lalu sejak penetapan lokasi (penlok) pada 2024.
Namun, dari 118 bidang tanah yang mesti dibebaskan, baru sekitar setengahnya yang dibebaskan hingga akhir 2025. "Memang dengan BPN ini sampai di akhir tahun kemarin kita masih terus berkomunikasi dengan BPN dan akhirnya bisa dibebaskan sekitar 48 persen," kata Heru saat rapat kerja bersama Komisi D DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Berdasarkan data dari Dinas Bina Marga, dari total 118 bidang tanah, hingga 2025 telah terealisasi pembebasan sebanyak 59 bidang tanah. Sementara itu, sebanyak 59 bidang tanah lainnya masih dalam proses. Dari jumlah tersebut, terdapat delapan bidang tanah yang merupakan aset pemerintah.
Heru mengatakan, proses pembebasan lahan itu masih terus berjalan di Kantor Pertanahan Kota Jakarta Selatan. Rencananya, sisa tanah yang belum dibebaskan akan dilakukan pada tahun ini. "Sisanya pembebasan itu dilanjutkan tahun ini. Jadi ini saat ini sedang berproses di BPN untuk melanjutkan pembebasan yang di Kemuning. Jadi untuk jalan tembus," katanya.

10 hours ago
7



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528779/original/012654500_1773295183-2148501558.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529965/original/052248300_1773387981-Screenshot_2026-03-13_143501.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508736/original/048938100_1771591581-pexels-tijana-drndarski-449691-4294730.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510348/original/020953300_1771826496-pexels-leongsan-33964763.jpg)