REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Di tengah pusaran konflik Timur Tengah yang kian kompleks, sebuah klaim mengejutkan muncul dari mantan pejabat intelijen Amerika Serikat. Jika benar ada kesepakatan antara Washington dan Beijing, maka arah perang bisa berubah drastis, bahkan berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.
Mantan pejabat kontraterorisme Central Intelligence Agency, John Kiriakou, menyebut adanya kemungkinan “kesepakatan jabat tangan” antara Donald Trump dan pemerintah China yang dapat mengubah dinamika konflik secara signifikan.
Dalam pernyataannya di sebuah podcast, Kiriakou mengutip klaim Trump yang disampaikan melalui platform media sosial miliknya. Presiden AS tersebut menyebut telah mencapai pemahaman awal dengan Beijing agar tidak lagi memasok senjata kepada Iran.
“Presiden mengumumkan bahwa dia telah mencapai semacam kesepakatan jabat tangan dengan pihak Tiongkok dan bahwa pihak Tiongkok tidak akan menyediakan senjata kepada Iran,” ujar Kiriakou, katanya dalam sebuah podcast yang diberitakan Foxnews.
Lebih jauh, ia menambahkan pernyataan yang memicu perhatian luas: “Jika itu benar, maka semuanya sudah berakhir.”
Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Dalam peta konflik saat ini, Iran memainkan peran kunci sebagai salah satu aktor utama yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam berbagai front konflik di kawasan.
Jika jalur pasokan senjata ke Teheran benar-benar terputus, maka kemampuan operasional Iran, baik secara langsung maupun melalui kelompok proksi, berpotensi melemah secara signifikan.
Di sisi lain, klaim Trump juga menyentuh titik strategis lain: Selat Hormuz. Jalur sempit ini merupakan salah satu urat nadi perdagangan energi global, tempat sekitar sepertiga pasokan minyak dunia melintas setiap harinya.
Dalam pernyataannya, Trump mengklaim bahwa China mendukung langkahnya untuk memastikan jalur tersebut tetap terbuka, bahkan secara permanen.
“Saya melakukan ini untuk mereka juga, dan untuk dunia. Situasi ini tidak akan pernah terjadi lagi,” tulis Trump, seraya menambahkan bahwa China telah sepakat untuk tidak mengirim senjata ke Iran.

3 hours ago
3

















































