MBG Dinilai Dorong Ekonomi Lokal, Masyarakat Diajak Awasi Pelaksanaannya

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berperan dalam meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program. Karena itu, partisipasi publik dalam mengawasi pelaksanaan program dinilai penting untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Pandangan tersebut disampaikan Aliansi Relawan Peduli Bangsa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam aksi pernyataan sikap di Yogyakarta, Jumat (19/6). Mereka mengajak masyarakat turut mengawal pelaksanaan MBG agar berjalan transparan, tepat sasaran, akuntabel, dan berkelanjutan.

Koordinator Lapangan Aksi, Raihan Evan, mengatakan MBG merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat dan produktif pada masa mendatang. "Program ini penting untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif," kata Evan.

Menurut dia, dampak program tersebut tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam penyediaan kebutuhan pangan. Keterlibatan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai dapat menciptakan perputaran ekonomi di daerah.

Ia menilai pengelolaan program yang baik dapat memberikan dampak berlapis, mulai dari pembukaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga mendukung kualitas pendidikan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, relawan juga menyoroti pentingnya pengawasan publik terhadap berbagai program pemerintah. Mereka menilai penguatan budaya antikorupsi menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

"Kami mendorong aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku korupsi sesuai hukum yang berlaku, serta memastikan proses hukum berjalan adil, transparan, dan independen," ujar Evan.

Relawan juga mengajak masyarakat menjaga persatuan dan semangat gotong royong di tengah dinamika sosial dan politik yang berkembang. Menurut mereka, perbedaan pandangan dalam demokrasi seharusnya tidak menjadi pemecah persatuan, melainkan menjadi energi untuk memperkuat kehidupan berbangsa.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku memperoleh manfaat ekonomi dari keterlibatan dalam program MBG. Septi Kurnarni, ibu tiga anak yang bekerja di dapur MBG, mengatakan program tersebut memberikan tambahan penghasilan bagi keluarganya.

"Dengan bekerja di dapur MBG, ekonomi keluarga saya sangat terbantu. Saya jadi punya penghasilan untuk menghidupi keluarga saya," katanya.

Hal serupa disampaikan Nani Rachman yang juga terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, keberadaan MBG membuka peluang kerja sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Saya merasakan langsung manfaat dari Program MBG. Selain ikut berkontribusi dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, program ini juga sangat membantu ekonomi keluarga kami karena memberikan kesempatan untuk memperoleh penghasilan," ujar Nani.

Ia berharap program tersebut dapat terus berjalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh keluarga yang membutuhkan tambahan sumber pendapatan.

Read Entire Article
Food |