Kapal Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai (16.00 WIB) dan berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

Oleh: Dr. CA. Jamaluddin, LC, Ms.J, Pemerhati Hubungan Indonesia – Timur Tengah dan Isu Global
REPUBLIKA.CO.ID, Selat Hormuz berada di pusat kebuntuan militer yang serius antara AS dan Iran, yang sama-sama telah membatasi jalur pasokan energi dan perdagangan global. Pasukan AS melakukan blokade melalui angkatan lautnya di perairan Selat Hormuz dan melakukan serangan udara yang menargetkan kemampuan militer Iran. Sementara Iran terus menyerang kapal komersial dan menargetkan sekutu AS di Teluk.
Krisis yang terjadi di jalur perairan laut terpenting ini mencakup beberapa titik konflik utama, di mana AS telah memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan telah melakukan serangan udara selama beberapa malam berturut-turut, menghancurkan infrastruktur Iran dan melumpuhkan kapal tanker komersial yang melanggar blokade AS.
Iran secara resmi membalas dan menyatakan Selat Hormuz tersebut tertutup, menyita dan menembaki kapal tanker komersial, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal terhadap aset AS dan negara-negara Teluk sekutu AS. AS telah mendesak kapal-kapal komersial untuk menggunakan jalur maritim selatan yang mengikuti garis pantai Oman, sedangkan Iran menuntut agar kapal-kapal hanya mengikuti koridor pelayaran utaranya.
Sikap ini secara significant berdampak terhadap pasokan energi global di mana Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat tergantung kepada minyak mentah (bahan baku BBM), khususnya Teluk Arab, berkisar antara 19 persen hingga 25 persen dari total impor nasional, yang didominasi oleh pasokan dari Arab Saudi. Selain itu, kawasan ini juga memasok LPG ke Indonesia yang prosentasenya sekitar 25 persen.
Dengan kata lain, lalu lintas pengiriman berkurang drastis, pasar global mengalami gangguan rantai pasokan yang besar, telah mendorong negara-negara Teluk untuk mengejar proyek-proyek pipa alternatif. Membaca dinamika regional yang terjadi saat ini, bagaimana kiranya Indonesia bersikap dalam melakukan mitigasi untuk mengamankan pasokan bahan baku BBM nasional?
Kembalinya permusuhan kedua pihak, disusul dengan blokade angkatan laut AS di selat Hormuz, dan serangan Iran terhadap beberapa negara Teluk yang bersekutu dengan AS telah menggagalkan memorandum diplomatik yang diteken baru-baru ini. Sementara itu, AS terus melancarkan serangan udara yang luas dan beruntun selama beberapa malam dalam pekan ini yang menargetkan infrastruktur militer dan energi Iran. Tindakan ini diambil menyusul serangan Iran terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz dan serangan pesawat tak berawak yang mematikan terhadap pangkalan militer AS di Yordania.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

2 hours ago
5





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)








:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)


