Ilustrasi anak masuk sekolah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menghapus kewajiban ujian kenaikan kelas bagi siswa terdampak bencana di Sumatera menjadikan orang tua sebagai 'pengawas' utama proses pendidikan anak. Kebijakan ini menegaskan bahwa kesuksesan belajar anak kini lebih bergantung pada pendampingan intensif di rumah ketimbang penilaian formal di sekolah.
Psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Banten, Glori Telis Amanta, menekankan bahwa dukungan emosional dari orang tua menjadi penyemangat utama bagi anak untuk kembali belajar di sekolah setelah liburan panjang. “Orang tua adalah kunci utama dalam membantu anak beradaptasi. Dengan dukungan yang tepat, anak akan lebih percaya diri dan siap belajar,” ujar Glori di Tangerang, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa setiap anak mengalami masa transisi dari liburan ke rutinitas sekolah, sehingga peran orang tua sangat penting untuk memberikan motivasi dan menyiapkan mental anak agar siap kembali ke kelas.
Menurutnya, proses ini memang penuh kendala karena kondisi setiap anak berbeda-beda, dan tidak sedikit yang belum sepenuhnya siap meninggalkan suasana liburan. "Memulai kembali ke sekolah setelah liburan adalah tantangan. Maka itu perlu bimbingan orang tua agar anak merasa nyaman," kata Glori.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua, lanjutnya, antara lain mengatur ulang jadwal tidur anak dan melakukan diskusi ringan untuk membangkitkan motivasi mereka kembali ke sekolah.
Selain itu, persiapkan juga kesehatan dan kondisi fisik anak agar mereka memiliki semangat belajar di kelas. Makanan bergizi serta waktu istirahat yang cukup menjadi kunci utama dalam menjaga daya tahan tubuh anak.
"Pastikan anak tetap aktif bergerak, makan bergizi, dan memiliki waktu istirahat cukup. Dengarkan juga keinginan anak agar motivasinya bangkit," ucap Glori.
sumber : Antara

5 days ago
3













































