REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) meletakkan batu pertama pembangunan kampus permanen baru Sekolah Pelita Harapan (SPH) Pluit, Jakarta Utara, Selasa (2/6/2026). Pembangunan kampus baru SPH Pluit yang berdiri di atas lahan seluas 2,2 hektare ini ditargetkan selesai pada Desember 2027 dan mulai beroperasi Januari 2028.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang turut hadir dalam peletakan batu pertama itu, mengatakan pentingnya pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah tentang investasi sumber daya manusia.
"Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi masa depan kita dan memastikan bahwa bangsa kita dibangun dengan kuat,” ujar Abdul Mu'ti.
Kampus ini akan melayani siswa dari jenjang Kindergarten (taman kanak-kanak) hingga Grade 12 dengan kapasitas total sekitar 1.200 siswa. Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPPH, James Riady, menyatakan pendidikan merupakan salah satu cara paling strategis untuk membentuk masa depan Indonesia.
SPH Pluit hadir bukan hanya untuk mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang memiliki hikmat, integritas, belas kasih, dan iman. "Pendidikan yang sejati harus membentuk pikiran sekaligus hati,” katanya menegaskan.
“Kampus baru ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami kepada keluarga-keluarga di Jakarta Utara dan generasi pemimpin Indonesia maupun global di masa depan," ujar Chairwoman SPH, Aileen Riady, menimpali. "Kami membangun bukan sekadar ruang kelas, melainkan sebuah komunitas tempat siswa dapat bertumbuh secara intelektual, kreatif, spiritual, dan relasional.”
SPH Pluit pertama kali berdiri pada 2014 dan sejak itu berkembang menjadi salah satu sekolah internasional terkemuka di Jakarta Utara. Menggunakan kurikulum Cambridge dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, sekolah ini mengalami pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan selama lebih dari satu dekade.
Saat ini SPH Pluit melayani sekitar 500 siswa dan telah mencapai kapasitas penuh, dengan daftar tunggu yang terus bertambah setiap tahunnya. Sejak awal, kampus yang saat ini beroperasi di kompleks Lippo Mall Pluit memang dirancang sebagai lokasi sementara sambil menantikan pembangunan kampus permanen.
Namun proses perizinan dan persetujuan pembangunan lokasi baru tersebut memerlukan waktu hampir 12 tahun untuk diselesaikan. “Anugerah Tuhan yang luar biasa setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai,” ujar Presiden YPPH, Jonathan Parapak.
“Karena itu, peletakan batu pertama ini bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik, melainkan juga kesaksian tentang kesetiaan Tuhan, kesabaran, dan visi yang terus dijaga selama bertahun-tahun,” pungkasnya.

4 hours ago
4













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
