REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tahun 2025 menjadi saksi saat layar bioskop Indonesia tidak lagi hanya memutar cerita, tapi mencetak sejarah. Pada 2025, kita menyaksikan sebuah film animasi lokal mampu meruntuhkan dominasi horor dan menembus angka keramat 10 juta penonton.
Di sisi lain, kuartet komedi Agak Laen membuktikan bahwa tawa yang jujur adalah obat paling mujarab di tengah hiruk-pikuk dunia. Ada juga ledakan genre hipdut di lantai dansa digital yang meledak pada 2025.
Tahun 2025 adalah simfoni tentang bagaimana hiburan naik kelas dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Berikut ini adalah kaleidoskop dari panggung hiburan Tanah Air sepanjang 2025:
Jumbo sejarah baru animasi
Kejutan terbesar pada 2025 datang dari Visinema Animation lewat film Jumbo. Dirilis pada momen strategis libur Lebaran, 31 Maret 2025, film arahan Ryan Adriandhy ini resmi dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan raihan lebih dari 10 juta penonton. Kehadiran Jumbo seolah menawarkan ruang bernapas di tengah dominasi horor dan drama remaja.
Pihak produksi menyampaikan rasa terima kasih mendalam melalui unggahan Instagram kala itu. “Satu kisah sederhana yang dirayakan oleh lebih dari 10.000.000 hati. Sebuah angka yang dulu terasa jauh, kini menjadi nyata, berkat kalian yang percaya, bahwa kisah kecil pun bisa berarti besar saat disampaikan dengan sepenuh hati,” tulisnya.
Keberhasilan Jumbo tidak hanya soal angka komersial. Film ini mencetak sejarah sebagai film animasi pertama yang berhasil menembus nominasi Film Cerita Panjang Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2025. Sang sutradara, Ryan Adriandhy, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Alhamdulillahiladzi bini'matihi tatimmush shalihaat," tulis Ryan.
Demam hiphop dan Timur dance: Dari TikTok ke Istana Merdeka
Di industri musik, 2025 adalah tahun milik warna lokal yang berani. Tren hipdut (hiphop dangdut) meledak sebagai genre hibrida yang menguasai tangga lagu digital. Perpaduan dentum beat modern dengan cengkok dangdut yang akrab di telinga masyarakat ini menciptakan gelombang viralitas baru, membuktikan bahwa musik hibrida adalah masa depan pop culture Indonesia.
sumber : Pusat Data Republika

1 week ago
14









































