Mengenal Velcro Child, Saat Kedekatan Orang Tua dan Anak Justru Jadi 'Penghambat'

5 days ago 2

Velcro child (ilustrasi). Dalam dunia psikologi perkembangan, muncul istilah velcro parenting yang menghasilkan apa yang disebut sebagai velcro child yaitu anak yang menempel erat pada orang tuanya layaknya perekat velcro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hubungan antara orang tua dan anak idealnya memang hangat dan dekat. Namun, ada kalanya kedekatan tersebut berubah menjadi sesuatu yang membatasi ruang gerak anak untuk tumbuh mandiri.

Dalam dunia psikologi perkembangan, muncul istilah velcro parenting yang menghasilkan apa yang disebut sebagai velcro child yaitu anak yang menempel erat pada orang tuanya layaknya perekat velcro. Psikolog klinis John Mayer mengatakan dinamika ini terjadi ketika orang tua selalu hadir secara fisik dan emosional secara berlebihan.

"Orang tua sering kali melangkah masuk dan mengintervensi 'demi' anak-anak mereka, bahkan sebelum anak-anak itu merasakan kebutuhan mereka sendiri," ujar Mayer dikutip dari laman Huffington Post pada Selasa (6/1/2026).

Meski didasari kasih sayang, keterlibatan yang terlalu intens ini justru dapat menghambat kemandirian. Psikolog klinis dan penulis, Jenny Yip,  menyebut seorang velcro child akan terus-menerus bergantung pada orang tuanya untuk mendapatkan rasa aman, arahan, atau kenyamanan.

"Keterikatan yang berlebihan ini mengganggu kemampuan anak untuk membangun rasa percaya diri, toleransi terhadap frustrasi, keterampilan memecahkan masalah secara mandiri, dan resiliensi," ujar Yip.

Lantas, bagaimana orang tua bisa mengenali apakah anak mereka sudah masuk ke dalam dinamika ini? Berikut adalah enam tanda yang perlu diwaspadai:

1. Kesulitan berpisah, meski hanya sejenak

Menurut pendiri The Parenting Mentor, Susan Groner, tanda paling nyata adalah sifat manja yang ekstrem. Anak mungkin tidak bisa bermain sendirian atau merasa sangat tertekan saat orang tua meninggalkan ruangan. Memang, bayi lahir sebagai "bayi velcro" karena ketergantungan penuh, namun Kristene Geering, seorang pelatih pola asuh, mengingatkan bahwa balita seharusnya mulai belajar menjadi pribadi mandiri.

"Jika seorang anak di atas usia 2 tahun tampaknya tidak mampu menjauh dari orang tuanya bahkan untuk waktu singkat, itu sudah masuk ke ranah velcro," kata Geering.

Read Entire Article
Food |