REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) memperkuat kontribusi terhadap penerimaan negara melalui pengelolaan sumber daya mineral nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan produksi, hilirisasi, dan tata kelola pertambangan.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin mengatakan pengelolaan sumber daya alam melalui entitas milik negara dapat memperbesar kontribusi ekonomi sektor mineral kepada negara. MIND ID terus memperkuat perannya dalam mengelola komoditas strategis nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
“Optimalisasi penerimaan negara akan semakin optimal melalui pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung melalui entitas milik Negara. Dengan dukungan kebijakan dari seluruh pemangku kepentingan, MIND ID berkomitmen terus memperkuat kontribusi bagi negara melalui pengelolaan sumber daya mineral yang semakin terintegrasi, penguatan hilirisasi, dan pengembangan industri bernilai tambah,” kata Maroef dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, perseroan mencatat Generated Economic Value sebesar Rp185,16 triliun. Adapun Distributed Economic Value mencapai Rp180,30 triliun yang disalurkan kepada berbagai pemangku kepentingan, termasuk negara, mitra kerja, dan masyarakat.
Kontribusi kepada negara tercermin dari total pembayaran kewajiban pemerintah yang mencapai Rp32,82 triliun. Nilai tersebut terdiri dari dividen, pajak, dan kewajiban lainnya.
Maroef menekankan masih terdapat ruang besar untuk memperkuat kontribusi MIND ID dalam pengelolaan komoditas strategis nasional. Karena itu, Grup MIND ID terus memperbesar kapasitas produksi sekaligus mempercepat pengembangan proyek hilirisasi yang menjadi fondasi penciptaan nilai tambah nasional.
Grup MIND ID mengembangkan sejumlah proyek strategis, mulai dari ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi, pemurnian dan pencetakan emas logam mulia, hingga ekosistem baterai kendaraan listrik. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat nilai tambah domestik dan memperluas basis industri nasional.
Selain melalui penerimaan negara, MIND ID juga menjalankan fungsi strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Bukit Asam sebagai anggota Grup MIND ID secara konsisten memenuhi bahkan melampaui kewajiban Domestic Market Obligation (DMO), sehingga pasokan batu bara bagi kebutuhan pembangkit listrik nasional tetap terjaga.
Maroef menegaskan MIND ID memiliki kesiapan dari sisi sumber daya manusia, teknologi, pengalaman operasional, serta jaringan industri untuk memperkuat pengelolaan sumber daya alam nasional. Penguatan peran BUMN di sektor mineral tidak semata ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan lebih banyak nilai tambah, lapangan kerja, penguasaan teknologi, dan penerimaan negara di dalam negeri.
“Kami siap menjalankan mandat yang lebih besar dalam pengelolaan sumber daya alam nasional. Dengan sinergi antara pemerintah, DPR, dan MIND ID, kami meyakini kekayaan mineral Indonesia dapat menjadi fondasi yang semakin kuat bagi memperkuat kedaulatan ekonomi dan kemakmuran rakyat,” jelas Maroef.
Komisi XII DPR RI dalam kesimpulan rapat menyatakan dukungan terhadap upaya MIND ID dan seluruh anggota grup untuk memperkuat tata kelola pertambangan nasional, mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah, serta mengoptimalkan manfaat sumber daya alam bagi negara. Komisi XII juga mendukung MIND ID memperoleh kepastian penerapan DMO dan memperkuat tata niaga komoditas strategis seperti emas agar lebih transparan dan mampu meningkatkan penerimaan negara.

2 hours ago
7















































