REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO -- PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memulai program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Program tersebut menargetkan transplantasi 500 bibit terumbu karang menggunakan 32 unit spider frame sebagai media transplantasi.
Program ini merupakan lanjutan kegiatan yang dimulai pada April 2026 melalui edukasi dan koordinasi bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, nelayan, serta masyarakat Desa Pasir Putih. Lokasi Pulau Messah dipilih berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo karena berada di kawasan penyangga Taman Nasional Komodo dan menjadi salah satu area yang membutuhkan dukungan pemulihan ekosistem terumbu karang.
Sebelum transplantasi, MPMX memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Taman Nasional Komodo. Perusahaan juga memberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan media coral nursery kepada perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih.
Pelatihan mencakup pengenalan metode coral nursery, pemilihan fragmen karang, pemasangan media, perawatan dan pemantauan pertumbuhan karang, hingga teknik transplantasi ke area rehabilitasi.
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita mengatakan, program tersebut diarahkan tidak hanya pada transplantasi, tetapi juga pemulihan ekosistem laut dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Bagi MPMX, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Natalia dalam siaran pers, Jumat (4/9/2026).
Menurut Natalia, terumbu karang yang sehat penting bagi keanekaragaman hayati, sumber daya perikanan, dan potensi wisata bahari. Karena itu, pelaksanaan program juga melibatkan pemerintah, otoritas kawasan, dan masyarakat lokal.
“Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah, otoritas kawasan, masyarakat lokal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat program ini dapat tumbuh dan dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Program tersebut akan berlangsung selama empat tahun dengan kegiatan rehabilitasi terumbu karang, peningkatan kapasitas masyarakat, dan konservasi. Dari sisi ekonomi, kondisi terumbu karang yang sehat diharapkan mendukung sumber daya perikanan dan pengembangan wisata bahari berbasis ekowisata.
Program di Pulau Messah melanjutkan kegiatan lingkungan MPMX di NTT. Pada 2022-2025, MPMX melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang disertai budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
Kepala Desa Pasir Putih Mustaming menyambut keberlanjutan program transplantasi terumbu karang tersebut. Menurut dia, laut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat desa sehingga pelestarian ekosistem pesisir perlu melibatkan masyarakat.
“Kami menyambut baik dan mengapresiasi komitmen MPMX dalam mendukung pelestarian terumbu karang di Pulau Messah,” jelas Mustaming.
Ia berharap program tersebut terus melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan serta pengembangan potensi ekonomi masyarakat Pulau Messah.

7 hours ago
10




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552488/original/035803500_1775810333-35830.jpg)



