Negara Ini 10 Tahun Berturut-turut Masih Jadi Raja Investasi di Indonesia

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan Singapura masih menjadi negara dengan tingkat investasi tertinggi di Indonesia. Rosan menyampaikan realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) Singapura pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Singapura dengan 4,6 miliar dolar AS.

"Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu kurang lebih Rp4,6 miliar dolar AS," ujar Rosan saat konferensi pers Realisasi investasi Kuartal I 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Rosan mengatakan peringkat dua hingga lima teratas diisi oleh Hong Kong bersama Cina dengan 2,7 miliar dolar AS, Cina dengan 2,2 miliar dolar AS, Amerika Serikat dengan 1,3 miliar dolar AS, dan Jepang sebesar satu miliar dolar AS. Rosan mengatakan Jawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi PMA tertinggi pada kuartal I 2026 sebesar 3,1 miliar dolar AS (20,2 persen).

"Kemudian ada Jakarta dengan 1,9 miliar dolar AS (12,3 persen), Sulawesi Tengah dengan 1,8 miliar dolar AS (12,2 persen), Maluku Utara dengan 1,3 miliar dolar AS (8,9 persen), dan Kepulauan Riau dengan 900 juta dolar AS (5,6 persen)," lanjut Rosan.

Rosan menyampaikan realisasi investasi kuartal I (Januari-Maret) 2026 tercatat sebesar Rp498,8 triliun atau 24,4 persen dari target investasi 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun. Rosan memerinci PMA pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp250 triliun atau 50,1 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp248,8 triliun atau 49,9 persen.

"Kalau kita lihat lebih dalam lagi, kontribusi dari PMA maupun PMDN sebenarnya hampir sama. Walaupun PMA ini sedikit di atas, kurang lebih Rp250 triliun berbanding Rp248,8 triliun," ucap CEO Danantara Indonesia tersebut.

Rosan memaparkan realisasi investasi kuartal I 2026 cukup berimbang dari sisi lokasi investasi. Dia mengatakan realisasi investasi di Luar Jawa tercatat sebesar Rp251,3 triliun (50,4 persen) yang tumbuh 6,5 persen yoy dan Pulau Jawa sebesar Rp247,5 triliun (49,6 persen) atau tumbuh 7,9 persen yoy.

"Kalau kita lihat perbandingannya antara investasi di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa itu juga hampir relatif sama, perbedaannya itu kurang lebih hampir Rp4 triliun saja," sambung Rosan.

Read Entire Article
Food |