REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Olivia Rodrigo mengungkapkan alasannya mengapa ia selalu bersuara tentang Gaza, Palestina. Dalam sebuah wawancara dengan "New York Times Popcast" pelantun "deja vu" tersebut mengatakan dirinya tidak bisa hanya diam dan berpura-pura tidak melihat penderitaan masyarakat Gaza.
"Saya adalah seorang seniman, dan pekerjaan saya adalah mengungkapkan apa yang saya rasakan lalu menyampaikannya kepada orang lain. Menurut saya akan terasa tidak jujur jika saya berpura-pura tidak merasa patah hati atas apa yang sedang terjadi di Gaza," kata dia dikutip dari akun PopBase, Kamis (11/6/2026).
Rodrigo mengaku bersyukur karena berada di lingkungan yang mendukung dan memiliki pandangan yang sejalan dengannya. Karena itu, orang-orang terdekatnya tidak pernah melarang dia bersuara mengenai Gaza.
"Saya merasa dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki pandangan yang sangat sejalan dengan saya, dan saya sangat menghargai itu. Tidak pernah ada yang mengatakan kepada saya, 'jangan lakukan itu'," kata dia.
Sebagai perempuan yang dikenal dan berpengaruh, Rodrigo bahkan merasa perlu melakukan lebih banyak hal. Terutama dalam hal menyuarakan isu kemanusiaan tersebut. "Saya selalu merasa bahwa saya seharusnya bisa berbuat lebih banyak, berbicara lebih banyak, dan hal-hal semacam itu," kata dia.
Meski demikian, Rodrigo menekankan bahwa ia bukanlah ahli geopolitik dan tidak mengklaim mengetahui segala hal mengenai konflik yang sedang berlangsung. Namun ia selalu berusaha untuk terus belajar dan memahami berbagai isu semampunya.
"Saya benar-benar berusaha untuk tetap teredukasi mengenai berbagai hal. Saya secara sadar berusaha melakukan yang terbaik yang saya bisa, karena saya pikir itu penting bagi semua orang," kata Rodrigo.
Sebelumnya, Rodrigo juga merilis video musik baru untuk lagu cover "The Book of Love" yang menampilkan rekaman anak-anak di wilayah konflik termasuk Gaza, Sudan, Ukraina, dan Yaman. Video ini menjadi bagian dari album amal bertajuk HELP (2) yang dirilis 6 Maret 2026 untuk mendukung War Child UK, organisasi yang melindungi anak-anak terdampak perang.
Alih-alih menggunakan kru produksi profesional, Rodrigo memilih untuk memberikan kamera secara langsung kepada anak-anak dan membiarkan mereka merekam aktivitas sehari-hari di tengah lingkungan tidak ideal. Rekaman tersebut diarahkan oleh Jonathan Glazer sebagai creative director, dengan Billy Boyd Cope selaku sutradara utama.

15 hours ago
8
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)














