Pamit Melaut, Tohir Ditemukan Tewas Tersangkut Jaring di Perairan Indramayu

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Basarnas bersama SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh ke perairan Indramayu, Selasa (14/4/2026). Nelayan yang bernama Tohir (49 tahun) itu sebelumnya dilaporkan jatuh dari perahunya saat melaut seorang diri pada Senin (13/4/2026).

Korban yang merupakan awak dari KM Julita Jaya itu ditemukan oleh Basarnas bersama SAR Gabungan dalam kondisi tersangkut pada jaring nelayan di koordinat 6°17.049’S 108°04.063’E, atau sejauh 0,42 Nautical Mile dari last known position (LKP), pada pukul 09.37 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Eretan menggunakan speed boat milik Ditpolair Cirebon dan dibawa ke Puskesmas Eretan untuk penanganan lebih lanjut. Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan operasi itu merupakan hasil sinergi seluruh unsur SAR yang terlibat.

“Dengan ditemukannya korban pada hari kedua pencarian, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh Tim SAR Gabungan yang telah bekerja maksimal di lapangan” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

Adapun kronologis kejadian, pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 05.00 WIB, korban berpamitan kepada istrinya untuk pergi melaut seorang diri menggunakan KM Julita Jaya. Sekitar pukul 07.30 WIB, saksi atas nama Carudin yang sedang menarik jaring menggunakan KM Sri Rejeki, melihat perahu milik korban dalam kondisi tanpa awak. Perahu milik korban bahkan hampir menabrak perahunya di sekitar Perairan Kali Menir, Indramayu.

Menyadari hal tersebut, saksi segera melaporkan kejadian kepada Ketua KUD TPI Mina Bahari Eretan, yang kemudian diteruskan kepada pihak berwenang. Operasi SAR itu melibatkan berbagai unsur di antaranya Basarnas, Ditpolairud Polda Jawa Barat, Satpolairud Polres Indramayu, serta potensi SAR lainnya. Operasi pun ditutup menyusul ditemukannya korban. 

Read Entire Article
Food |