Pasar Induk Kramat Jati Libatkan Tim Independen Kaji Struktur Blok C2

18 hours ago 3

Suasana Pasar Induk Kramat Jati usai terdampak kebakaran, Selasa (16/12/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Manajemen Pasar Induk Kramat Jati melibatkan tim independen untuk mengecek dan mengkaji keseluruhan struktur gedung sebelum mengambil keputusan terkait renovasi ratusan kios di kawasan Los Buah Blok C2 yang sebelumnya terbakar.

“Terhadap lokasi Blok C2 yang terbakar itu memang sedang kita lakukan pengkajian terlebih dahulu bersama pihak independen, baik itu struktur dan sebagainya,” kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (9/1/2026).

Agus menyebutkan pihaknya belum mengambil keputusan terkait pembangunan ulang gedung tersebut. Saat ini, manajemen pasar masih fokus melakukan kajian menyeluruh terhadap kondisi bangunan, khususnya struktur gedung yang terdampak kebakaran.

“Dari hasil kajian itu, nanti baru kita tentukan langkah-langkah berikutnya terhadap bangunan di lokasi tersebut,” ujar Agus.

Proses pemeriksaan dilakukan secara serius dengan melibatkan pihak independen agar hasil kajian bersifat objektif dan akurat. Menurut Agus, pemeriksaan itu bertujuan untuk mengetahui apakah bangunan pasar masih layak digunakan dalam jangka panjang.

“Kami telah melibatkan pihak independen untuk melakukan pengetesan struktur bangunan, apakah bangunan pasar ini masih cukup layak digunakan puluhan tahun ke depan atau tidak,” jelas Agus.

Ia menegaskan hasil pemeriksaan struktur tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan, apakah Blok C2 akan direvitalisasi atau justru dibangun ulang secara total.

“Dari hasil itu, nanti akan kita tentukan langkah selanjutnya, apakah akan dilakukan revitalisasi atau pembangunan secara total,” tegasnya.

Proses pengecekan struktur oleh tim independen baru dimulai pada awal pekan ini. Agus berharap hasil kajian tersebut dapat segera diperoleh sehingga arah penanganan Blok C2 bisa ditetapkan secepatnya.

“Pengecekan struktur baru dilakukan pada Senin (5/1). Kita berharap dari hasil itulah bisa ditentukan apakah bangunan ini masih cukup layak atau tidak untuk direvitalisasi,” ucap Agus.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Food |