Pelindo Regional 4 Gandeng Multipihak Perkuat Budaya Antisuap di Pelabuhan

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 memperkuat komitmen budaya antisuap dengan menggandeng berbagai pihak. Langkah ini dilakukan untuk membangun tata kelola kepelabuhanan yang bersih dan berintegritas melalui sosialisasi anti penyuapan dan anti fraud di Makassar, Rabu.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam mencegah praktik penyuapan dan fraud di sektor kepelabuhanan. Sosialisasi yang mengusung tema “Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud” ini digelar di Lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4.

Acara tersebut menghadirkan seluruh stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar. Menurut Rinto, keberhasilan penerapan tata kelola perusahaan yang baik tidak hanya bergantung pada komitmen internal, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pelayanan kepelabuhanan.

Komitmen Bersama Cegah Korupsi

Rinto menjelaskan bahwa pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, membangun budaya integritas harus menjadi komitmen bersama. “Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud,” ujarnya.

Pelindo Regional 4 secara konsisten menerapkan berbagai kebijakan penguatan tata kelola. Kebijakan tersebut meliputi pengendalian gratifikasi, sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap nilai-nilai integritas. Komitmen ini juga diperluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan.

“Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan akan semakin meningkat,” tambah Rinto.

Pencegahan Dimulai dari Individu

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Andi Muhammad Aswin Anas, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam paparannya, ia menyampaikan materi mengenai pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi yang baik.

Aswin Anas menegaskan bahwa pencegahan penyuapan dan fraud harus dimulai dari komitmen individu. Komitmen tersebut kemudian diperkuat oleh sistem organisasi yang transparan dan akuntabel agar tercipta lingkungan bisnis yang sehat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |