Pelita Jaya tak Pikirkan Revans Lawan Dewa United, Hanya Ingin Awali Musim IBL 2026 dengan Baik

1 day ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —

Indonesian Basketball League (IBL) GoPay 2026 akan dibuka dengan laga ulangan final musim lalu antara Dewa United melawan Pelita Jaya Jakarta. Duel bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (10/1/2026) pukul 19.00 WIB di kandang Dewa United, yang berstatus sebagai juara bertahan.

Pemain paling senior Pelita Jaya, Andakara Prastawa Dhyaksa, menegaskan timnya bertekad mengawali musim baru dengan hasil positif. Menurut dia, laga pembuka melawan Dewa United bukan dimaknai sebagai ajang balas dendam atas kekalahan di final musim lalu.

“Lawan Dewa United target kami bukan untuk balas dendam. Kami hanya ingin memulai musim ini dengan baik,” ujar Prastawa saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Pandangan serupa disampaikan rekan setimnya, Muhammad Arighi. Ia menyebut kemenangan pada gim pertama menjadi target utama Pelita Jaya, sekaligus membuka jalan menuju ambisi besar musim ini.

“Target gim pertama tentu menang. Kalau harapan semua orang, kami ingin juara IBL 2026. Yang paling penting, semoga semua pemain Pelita Jaya bisa sehat sepanjang musim,” kata Arighi.

Sementara itu, Hendrick Xavi Yonga yang baru memperkuat tim nasional Indonesia di SEA Games 2025, memastikan kesiapan Pelita Jaya menghadapi musim baru. Ia menyebut kekompakan tim terus dibangun, tidak hanya di lapangan.

“Tim sudah siap. Kami juga sering membangun chemistry dengan kegiatan bersama, seperti main bowling, barbeque, sampai nonton film bareng,” ujar Hendrick.

Dari kubu tuan rumah, Dewa United menegaskan komitmen untuk mempertahankan mental juara. Penggawa Dewa United, Arki Dikania Wisnu, menyatakan timnya akan fokus pada peningkatan performa sendiri.

“Kami fokus ke tim sendiri dan harus memberikan 100 persen. Targetnya improve setiap hari,” kata Arki.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Rio Disi. Menurut dia, mental juara yang sudah dimiliki Dewa United harus terus dibawa dalam setiap pertandingan. “Kami sudah punya champions mentality dan itu harus dibawa ke setiap laga,” ujarnya.

Sementara itu, Patrick Nicholas yang baru menjalani debut bersama timnas Indonesia di SEA Games 2025, mengaku semakin percaya diri menghadapi musim ini. “Fokus lebih serius, mental juara harus konsisten. Apalagi setelah masuk timnas, kepercayaan diri saya bertambah,” katanya.

Di sisi lain, Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menyampaikan sejumlah catatan penting terkait penyelenggaraan IBL 2026. Ia menyebut musim ini menjadi tahun ketiga penerapan format kandang dan tandang secara penuh.

“Ini masih di titik permulaan, tetapi banyak indikator pertumbuhan, terutama dari sisi kompetisi. Dalam empat musim terakhir, ada empat juara yang berbeda. Ini menunjukkan persaingan semakin sengit,” ujar Junas.

Ia juga menyoroti tingginya mobilitas pemain antarklub sebagai tanda rivalitas yang semakin beragam. “Rivalitas tim tidak lagi itu-itu saja. Ada rivalitas baru, termasuk derbi-derbi yang menarik,” katanya.

Junas optimistis perkembangan tersebut akan mendorong industri basket nasional semakin pesat. Pada 2025, IBL mencatat total 185 ribu penonton, dengan jumlah pengikut media sosial yang menempati peringkat keempat terbesar di Asia.

Untuk musim 2026, sebanyak 11 tim tetap menggunakan venue yang sama. Terkait kemungkinan penggunaan Indonesia Arena, Junas membuka peluang laga besar digelar di sana. “Bisa saja tahun ini, baik di semifinal, final, atau All Star,” ujarnya.

Ia juga menegaskan kepercayaan terhadap kualitas pemain lokal. “Kami yakin pemain lokal bisa bersaing dengan pemain asing,” kata Junas.

Salah satu pembaruan pada IBL 2026 adalah penerapan format best of five pada babak semifinal dan final. Kebijakan ini diharapkan membuat persaingan semakin ketat dan pertandingan kian menarik

Read Entire Article
Food |