Pemerintah Ingin Adopsi Model Family Office UEA ke Bali

3 hours ago 5

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah berbicara dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) terkait rencana pendirian family office di Bali. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan pihaknya telah berbicara dengan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) terkait rencana pendirian family office di Bali. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan adanya special financial center di Pulau Dewata tersebut.

"Kita pun berbicara dengan DEN, lagi mengkaji untuk pembangunan family office ini, aturan-aturan apa saja, dan yang paling penting bagaimana kalau itu benar-benar bisa berjalan dan berfungsi," ujar Rosan usai rapat kerja (raker) dengan Komisi XII DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rosan menjelaskan kajian bersama DEN berfokus pada penyusunan regulasi dan kesiapan implementasi. Pemerintah, lanjut Rosan, ingin memastikan konsep tersebut secara matang agar dapat berjalan efektif.

"Tetapi ini sedang kita detailkan. Tim kita cukup intens antara DEN dan juga Kementerian Investasi. Cukup intens," lanjut CEO Danantara tersebut.

Rosan menyampaikan pemerintah mempertimbangkan untuk mengadopsi model family office yang telah sukses diterapkan di Abu Dhabi. Menurut Rosan, model tersebut relevan untuk mendukung ekosistem investasi yang kompetitif dan menarik bagi investor global.

"Kita kelihatannya lebih memakai sistem financial office yang di Abu Dhabi (UEA). Itu salah satu yang paling sukses. Itu sedang kita jalankan," ucap Rosan.

Ia menyebut komunikasi dengan pihak Abu Dhabi telah berlangsung dengan cukup lancar. Meski demikian, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan.

"Dengan Abu Dhabi sudah mudah bicara. Karena memang ada beberapa faktor yang harus disempurnakan terkait penggunaan, misalnya enclave common law dan lain-lain. Kita juga sedang mengkaji berapa potensi dana yang masuk sini," ungkap dia.

Rosan menegaskan pembahasan mengenai family office saat ini telah memasuki tahap yang cukup intensif. Dia optimistis inisiatif ini dapat menjadi salah satu pendorong masuknya investasi berkualitas ke dalam negeri.

"Pembicaraan ini sudah cukup intens," kata Rosan.

Read Entire Article
Food |