Pemerintah Siapkan Bali sebagai Pusat Keuangan Global

5 hours ago 6

Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) yang diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia sebagai pusat keuangan global. Hal itu disampaikan Dony saat rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir serta jajaran Managing Director dan Board of Directors (BoD) Danantara untuk membahas kesiapan pengembangan PFII.

"Dalam pengembangannya, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai benchmark karena dinilai berhasil mentransformasi Dubai menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia," ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dony menyebut DIFC menawarkan berbagai keunggulan, antara lain insentif pajak korporasi hingga nol persen selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50 ribu profesional, serta dikenal sebagai "Wall Street of MEASA" (Middle East, Africa, and South Asia).

Dengan mengadopsi praktik terbaik tersebut, Dony berharap PFII di Bali mampu menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.

Dony menyampaikan fokus pembahasan rapat mengarah pada strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan layanan pendukung PFII. Ia mengatakan PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia.

"Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," kata Dony.

Melalui sinergi tersebut, Dony mengatakan pemerintah optimistis PFII di Bali akan menjadi magnet investasi internasional, memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan kawasan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |