REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperpanjang status darurat penanggulangan sampah selama 14 hari ke depan. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel Essa Nugraha mengatakan, perpanjangan status itu direkomendasi berlangsung selama dua pekan, sejak 6 hingga 19 Januari 2026.
"Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah," katanya di Tangsel, Kamis (8/1/2026). Ia mengatakan, selama masa darurat penanggulangan sampah tersebut, tim satuan tugas (satgas) akan fokus melakukan pengangkutan sampah yang menumpuk di sejumlah wilayah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel Tb Asep Nurdin mengatakan, perpanjangan itu didasari hasil evaluasi status darurat sampah tahap pertama yang berakhir pada Senin (5/1/2026).
"Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperpanjang status tanggap darurat pengelolaan sampah," ucapnya. Dia menjelaskan perpanjangan itu berdasarkan hasil evaluasi di mana masih ditemukan tumpukan sampah sehingga memerlukan penanganan ekstra.
Dengan adanya perpanjangan status itu, ia berharap, penanganan masalah sampah berjalan lebih optimal. "Perpanjangan ini untuk memastikan pelayanan kebersihan tetap maksimal dan kondisi kota kembali normal sepenuhnya," ujar dia.
Dialihkan ke Cileungsi
Pemkot Tangsel mulai mengalihkan pembuangan sampah 200 ton ke tempat pembuangan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Langkah itu dilakukan setelah penghentian pengiriman ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, Banten.
"Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
Ia mengatakan, pengalihan pembuangan sementara ke Cileungsi sebagai solusi penanganan sampah di daerah itu setelah kebijakan Pemerintah Kota Serang menghentikan sementara pengiriman sampah dari Tangsel ke TPAS Cilowong. "Ke Cileungsi ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik permukiman maupun ruang publik di Tangsel," ucapnya.
Pemerintah Kota Tangsel berkomitmen terus mencarikan solusi terhadap permasalahan sampah. Pasalnya pihaknya juga masih terus berupaya menjalani kerja sama pengelolaan tersebut bersama Pemkot Serang.
"Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemkot Tangsel tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," katanya.
sumber : Antara

1 day ago
4















































