REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bank Mandiri mempertegas perannya sebagai mitra pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan nasional melalui penyaluran kredit infrastruktur yang berkelanjutan. Direktur Utama Bank Mandiri Riduan menegaskan, komitmen tersebut selaras dengan arah pembangunan pemerintah yang menempatkan infrastruktur sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bank Mandiri berkomitmen terus mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional melalui pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami meyakini, pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah akan menjadi fondasi penting untuk memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lebih banyak peluang usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat,” ujar Riduan, Selasa (7/4/2026).
Komitmen tersebut tercermin dari penyaluran kredit infrastruktur Bank Mandiri yang mencapai Rp 491,63 triliun hingga Februari 2026. Kinerja itu tumbuh 30,8 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 375,85 triliun, mengacu pada klasifikasi dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 38 Tahun 2015.
Penyaluran kredit ini mencerminkan keunggulan yang berkelanjutan dalam kapabilitas pembiayaan Bank Mandiri, yang didukung oleh sinergi ekosistem layanan serta pendekatan pembiayaan yang komprehensif dari hulu hingga hilir.
Riduan menjelaskan, pembiayaan tersebut telah menjangkau berbagai subsektor strategis, mulai dari jalan dan transportasi, migas dan energi terbarukan, tenaga listrik, telematika, perumahan rakyat, fasilitas kota, hingga konstruksi. Proyek-proyek mencakup pembangunan jalan tol, pelabuhan, hingga jaringan kereta api yang memberikan dampak nyata bagi konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.
“Penyaluran pembiayaan ini menjadi bukti nyata sinergi sektor keuangan dengan sektor riil dalam menopang pembangunan nasional. Infrastruktur memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas, meningkatkan efisiensi ekonomi, dan mendorong tumbuhnya sektor-sektor produktif di berbagai wilayah,” kata dia.
Transportasi Penyumbang Terbesar
Secara rinci, subsektor transportasi menjadi penyumbang terbesar kredit infrastruktur Bank Mandiri dengan nilai mencapai Rp 118,03 triliun per Februari 2026, atau tumbuh 18,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Subsektor konstruksi infrastruktur mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 178,19 persen yoy menjadi Rp 85,84 triliun.
Adapun pembiayaan pada pembangunan jalan juga meningkat 11,08 persen secara tahunan menjadi Rp 54,84 triliun. Sedangkan subsektor telematika tercatat tumbuh 12,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu hingga mencapai Rp 44,34 triliun.
Ke depan, Bank Mandiri meyakini prospek sektor infrastruktur tetap positif seiring berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang menopang pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri sebagai bagian dari ekosistem Danantara akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah melalui beragam solusi pembiayaan, termasuk skema sindikasi dan pembiayaan berkelanjutan.
“Kami ingin terus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kesejahteraan yang merata. Dengan kekuatan jaringan, pengalaman, serta kapabilitas pembiayaan yang solid, Bank Mandiri siap menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional,” kata Riduan.

2 hours ago
4






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)

















