Bayi kembar siam Nadia dan Nadira digendong oleh orang tuanya usai acara Kick Off Intervensi Pencegahan dan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Kematian Bayi di RSHS, Kota Bandung, Selasa (19/6/2025). Bayi kembar siam asal Tasikmalaya tesebut berhasil dipisahkan setelah menjalani operasi oleh tim ahli RSHS.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Nina Saleha (27 tahun), ibu dari bayi yang hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan perawat N yang diduga membuat bayinya hampir tertukar. Pelaporan dilakukan terkait dugaan percobaan penculikan.
Mira Widyawati Kuasa Hukum Nina Saleha mengatakan laporan pengaduan dilakukan ke Polda Jawa Barat setelah menerima jawaban dari rumah sakit dengan isi yang berbeda dengan yang dialami kliennya. "Jadi kemarin Ibu Nina Solehah berniat untuk membuatkan laporan terlapornya suster N dan kita komunikasi konsultasi dulu dengan Direktorat PPA Polda Jabar dan direkomendasikan untuk langsung membuat laporan polisi," ucap dia, Jumat (17/4/2026).
Ia menuturkan laporan pengaduan yang disampaikan ke polisi terkait pasal 450 dan 452 KUHP tentang percobaan penculikan. Selain itu, kasus dapat berkembang ke arah tindak pidana perdagangan orang.
"Ya, (laporan ke individu) nanti kan dikembangkan apakah nanti pihak-pihak apa yang akan dipanggil oleh penyidik termasuk membuka CCTV. Kita kan ingin sekali CCTV dibuka agar tidak ada polemik," kata dia.
Pihaknya menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus bayi kliennya yang tertukar. Nina Saleha ibu dari bayi menginginkan agar penyelidikan tetap dilakukan. Sebab, ia ingin mendapatkan kebenarannya.
"Saya mah pengen semuanya orang-orang yang kemarin saya bilang suster, satpam, coba hadirkan dan lihat itu CCTV. Itu aja. Lihat kebenarannya," kata dia.

1 hour ago
2

















































